Lipede ancam mogok main

24 Januari 2009 10:18 WIB Sport Share :

SLEMAN: Enam hari menjelang pertandingan perdana putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Esia, pemasalahan masih saja membelit PSS Sleman. Kabarnya, manajemen Elang Jawa gagal merekrut penyerang asal Liberia, Perry Sahkolle.

    Tidak hanya itu, PSS juga harus menghadapi ancaman mogok dari pemain belakang andalannya, Peter Lipede. Pasalnya, hingga kini Lipede belum menerima sisa gaji yang seharusnya dibayarkan oleh managemen.

    "Untuk saya sendiri, gaji November dan Desember, hingga sekarang belum dibayarkan," katanya, kemarin.
    Selain dirinya, menurut Peter Lipede, terdapat beberapa pemain asing yang hingga kini belum menerima sisa gaji yang seharusnya mereka pada akhir putaran kedua. Saat ini sisa gaji yang hingga kini belum dibayarkan oleh manajemen ke pemain mencapai Rp300 juta.

    Lipede mengaku telah beberapa kali melakukan pendekatan dengan pihak manajemen untuk segera merealisasikan pembayaran kekurangan pembayaran tersebut secepatnya.

    Namun, hingga kini belum ada kejelasan maupun pembicaraan dengan pemain mengenai keberlangsungan gaji tersebut. Karenanya pihaknya berencana akan melakukan aksi mogok tidak akan bermain di putaran kedua, jika manajemen tidak segera melunasi kekurangan tersebut.

    Sejauh ini, Lipede melihat tidak ada iktikad yang baik diperlihatkan oleh pihak manajemen. Meski selama ini pihak manajemen terbantukan dengan keberadaan mereka. Apalagi dalam pencarian beberapa pemain untuk menempati posisi yang masih kosong. "Kami sudah berusaha untuk mengetahui mereka, tapi mereka tidak," tukas dia.

    Hal yang sama juga diungkapkan oleh kapten PSS Sleman, Agus Grandong Purwoko, hingga kini satu bulan sisa gaji yang seharusnya diterima oleh pihaknya masih belum juga diberikan oleh Manajemen. Selama ini untuk menutup kebutuhan pemain melakukan kebijakan dengan meminta cashbond kepada pihak manajemen.

    "Kami terpaksa cash bon, dan nantinya gaji kami yang belum dibayarkan akan dipotong. Hingga saat ini hutang yang belum terbayarkan pada saya satu bulan gaji dan 30% sisanya," katanya.

    Berbeda dengan rencana yang akan dilakukan oleh pemain lainnya. Agus untuk saat ini memilih diam dengan kondisi tersebut. Dirinya tidak berani mengambil keputusan untuk tidak ikut bermain pada putaran kedua, jika gaji tidak dibayarkan oleh manajemen.

    "Semua tergantung individu, memang dari jumlah pemain yang ada baru Cahyo yang dibayar penuh," tambah dia.

    Menanggapi hal tersebut, manajemen PSS Sleman, Rumadi berdalih jika persoalan sisa gaji menjadi kewenangan dari manajer keuangan, Samsidi. Sejauh ini dirinya hanya berperan pada peningkatan dan perawatan pemain yang ada. "Itu jadi urusan dari Pak Samsidi, untuk putaran kedua kami pastikan tidak akan ada masalah," tutup dia.

    Sedangkan mengenai Perry Sahkolle, mantan pemain Persiku Kudus dan Persikota Tangerang itu belum memberikan kabar kepada pihak manajemen kepastian akan kembali dari Jakarta.

    Manajer PSS Sleman, Rumadi, mengatakan, hingga saat ini rencana kepulangan ke Sleman, belum diterima oleh pihaknya. Sementara gelandang PSS Sleman, asal Nigeria, Felik Ndukwe yang kini berada di Jakarta telah memberikan kabar akan memperkuat barisan tengah PSS Sleman.

    “Sepertinya memang si Perry tidak akan memperkuat tim. Untuk Felik sudah terdapat kesanggup kembali nanti malam, untuk menggantikan posisi Perry besok akan ada satu striker asing yang akan datang," katanya, kepada Harian Jogja, di Stadion Maguwoharjo, kemarin. 

    Rencananya pemain asing yang akan menggantikan Perry tersebut berasal dari Kamerun, N Dollar yang pernah bermain bersama Persikota Tangerang. Namun hingga saat ini pihak manajemen masih merahasiakan keberadaannya. “Kita lihat besok saja,” tukas Rumadi. (Harian Jogja Cetak/Jumali)