KEJURNAS BADMINTON 2016 : Jadi Juara, Ini Kunci Kemenangan Tim Djarum Kudus

Tim Djarum Kudus (Badmintonindonesia.org)
11 Desember 2016 20:00 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Kejurnas Badminton 2016 diwarnai dengan Djarum Kudus yang menjadi juara.

Solopos.com, SOLO — Tim Djarum Kudus berhasil memenangkan titel juara beregu campuran di ajang Kejuaraan Badminton 2016. Mereka berhasil mengalahkan sang rival sekaligus juara bertahan, Jaya Raya Jakarta, di babak final dengan skor 3-0.

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menyumbang angka pertama untuk Djarum Kudus. Praveen/Debby sukses mengalahkan Alfian Eko Prasetya/Greysia Polii dengan skor 21-13 dan 21-15. Kemudian Ihsan Maulana Mustofa menumbangkan Krisna Adi Nugraha 22-20 dan 21-14 untuk membuat skor menjadi 2-0.

Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi penentu kemenangan Djarum Kudus. Ahsan/Kevin sukses mengalahkan ganda putra Jaya Raya Jakarta, Hendra Setiawan/Angga Pratama dengan skor 21-19 dan 21-15.

Kemenangan tersebut sekaligus membayar dua kekalahan sebelumnya. Saat itu Djarum Kudus dikalahkan di final oleh Jaya Raya Jakarta pada kejurnas tahun 2012 di Solo, dan 2014 di Cirebon. Manajer Tim Djarum Kudus, Fung Permadi, kemudian membeberkan kunci kemenangan timnya tersebut.

“Kunci kemenangan kami adalah menerapkan strategi permainan yang tepat. Kami tahu kekuatan kami di nomor-nomor mana saja. Jadi kami maksimalkan di situ, kami atur taktik bagaimana nomor ini harus dimainkan terlebih dulu, makanya kami turunkan Debby [Susanto] main rangkap di ganda putri juga,” jelas Fung seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Minggu (11/12/2016).

“Ganda campuran memang peluangnya 60-40 untuk keunggulan kami, tetapi di sektor tunggal putra dan ganda putra peluangnya imbang 50-50 dengan wakil tim Jaya Raya,” lanjutnya.

“Mungkin sekarang lihat dari cara berpikirnya bagaimana di lapangan, bagaimana membuat sikap mental lebih kuat. Tiap tahun materi pemain kan beda, situasi pertandingan juga berbeda. Dari tahun 2014, kami memang sudah bekerja keras untuk mewujudkan mimpi menjadi juara lagi seperti edisi 2010 di Makassar,” tutup dia.