KEJUARAAN ATLETIK SOLORAYA : Kejutan Muncul dari Nomor 200 Meter

Sejumlah atlet putri beradu cepat dalam final lomba sprint 100 meter, Kejuaraan Atletik Soloraya, di Stadion Mini Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (13/12). (Chrisna Chanis Cara/JIBI - Solopos)
14 Desember 2016 08:00 WIB Sport Share :

Kejuaraan Atletik Soloraya digelar di Kota Solo.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah kejutan mewarnai Kejuaraan Atletik Soloraya 2016 yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Solo di Stadion Mini Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (13/12/2016). Pelari muda kontingen UNS, Sika Buddin, secara sensasional menjadi Juara I di nomor sprint 200 meter putra.

Di final 200 meter putra, Sika mencatatkan waktu 22,78 detik atau berjarak 0,33 detik dari Bayu Aji Laksono (Kontingen Pelajar Solo) di peringkat kedua. Posisi ketiga diraih Ali Rahman Wahid (UTP Solo) dengan catatan waktu 23,31 detik.

Pencapaian Sika di nomor tersebut terbilang mengejutkan. Pasalnya selama ini dia selalu berada di bawah bayang-bayang Bayu Aji Laksono di sejumlah kejuaraan. Selain merebut juara, Sika mencatatkan jarak waktu cukup lebar dengan Bayu yakni hampir setengah detik.

Sika juga hampir mengejutkan final 100 meter putra. Sika nyaris saja merengkuh double winner di kejuaraan ini jika saja seniornya dari PASI Solo, Emanuel Permana Anjar, tak lebih cepat darinya. Sika yang finis di posisi dua hanya berjarak 0,02 detik dari Emanuel di posisi pertama. Adapun posisi ketiga diraih Shaiful Kurniawan (UTP Solo) dengan waktu 11,22 detik.

“Memang ada kejutan seperti di nomor 100 meter putra dan 200 meter putra. Kemampuan pelari mulai merata. Bahkan dua tahun lagi saya prediksi para atlet muda bisa menyaingi seniornya,” ujar Ketua Harian PASI Solo, Bambang Widjanarko, saat ditemui wartawan seusai kejuaraan.

Total ada 11 nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan yang diikuti 106 peserta dari Soloraya tersebut. Kontingen PASI Solo masih digdaya dengan menjuarai enam dari 11 nomor yang dipertandingkan. Kontingen PASI Sragen dan Garuda Solo menyusul di peringkat selanjutnya dengan dua gelar. Sedangkan kontingen UNS Solo hanya mampu menggondol satu gelar.

Bambang menambahkan kejuaraan tersebut menjadi batu loncatan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018. PASI Solo berencana memberangkatkan 20 atlet terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan tersebut. “Dengan kejuaraan seperti ini, kami sudah memiliki data awal. Tahun depan seleksi dan pengembangan atlet bisa lebih terarah,” ujarnya.

Dia bersyukur ada banyak bibit baru yang muncul dalam kejuaraan. Disinggung adakah penajaman waktu atau capaian lain di kejuaraan tersebut, Bambang belum mengetahui secara pasti. “Kami tidak bicara hasil dalam kegiatan ini. Yang terpenting atlet memiliki pengalaman lebih dalam bertanding,” ucapnya.

Tokopedia