IBL 2017 : Satya Wacana Targetkan Posisi Enam Besar

26 Desember 2016 05:00 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

IBL 2017 diikuti oleh tim asal Jawa Tengah, Satya Wacana.

Solopos.com, SOLO — Tim basket putra Satya Wacana Salatiga mematok target lebih tinggi di kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2017. Musim lalu Satya Wacana mengincar masuk fase play off. Kini beban itu dinaikkan dengan membidik posisi enam besar.

Musim lalu, mereka finis di peringkat kedelapan klasemen akhir dan berhasil mencetak sejarah di IBL. Tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi, Salatiga, itu untuk kali pertama sukses menembus zona play off setelah berkecimpung di kompetisi basket tertinggi di Indonesia selama enam musim. Sepanjang berjibaku di IBL maupun NBL Indonesia, mereka hanya berkutat di papan bawah.

Satya Wacana tak mau sekadar mengulang hal yang sama seperti musim lalu. Tak sekadar masuk play off, tim yang dibesut Efri Meldi ini juga ingin berbicara lebih banyak di papan klasemen IBL musim depan. Namun demikian, tak mudah merealisasikannya mengingat tim-tim rival diprediksi kian kuat.

“Kami tak mau hanya masuk play off. Akan tetapi, kami ingin bisa memperbaiki peringkat di IBL musim depan,” papar Pelatih Satya Wacana, Efri Meldi, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (25/12/2016).

Efri menambahkan butuh kerja keras seluruh anggota tim demi mewujudkan target ini. Meskipun demikian, ia optimistis skuat yang dipenuhi para pemain muda ini bisa tampil lebih baik daripada musim lalu.

Sementara itu, Satya Wacana resmi mendaftarkan sebanyak 16 pemain untuk mengarungi IBL musim 2017. Dari jumlah sebanyak itu, dua di antaranya merupakan legiun asing asal Amerika Serikat, yakni Justin Coleman dan Nate Maxey.

Namun demikian, beberapa muka lama juga masih dipertahankan, Budi Sucipto, Andre Adrianno, Mustofa Ramadhan, hingga Rionny Rahangmetan. Di samping itu, persaingan musim depan sulit diprediksi dengan aturan baru yang mewajibkan adanya dua pemain asing dalam setiap tim. Kehadiran legiun asing ini bisa mendongkrak performa tim.

“Musim depan mungkin peta kekuatan akan berubah. Tim-tim besar tak akan mudah menang melawan tim kecil. Kami sendiri yakin bisa memberikan permainan yang kian menarik. Perpaduan pemain senior dan junior akan berjalan dengan baik,” jelas Manajer Tim, Zaki Iskandar.