Tumbuh di Kawasan Kumuh, Gabriel Jesus Tak Bosan Berlatih Sepak Bola

Gabriel Jesus (REUTERS - Ueslei Marcelino)
21 Januari 2017 14:00 WIB Hanifah Kusumastuti Sport Share :

Pemain sepak bola Gabriel Jesus mengalami masa kecil yang sulit.

Solopos.com, SOLO -- Manchester City pernah tumbang dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 pada Oktober 2016 lalu. Namun, saat itu mereka belum memiliki Gabriel Jesus. Pemain berusia 19 tahun tersebut diharapkan mampu menjadi penyelamat City yang sedang down ketika menjamu Tottenham di Etihad Stadium, Minggu (22/1/2017) pukul 00.30 WIB.

Jesus memang baru bisa bergabung dengan skuat City, Januari ini. Wonderkid yang dibeli dari klub Brasil, Palmerias, dengan banderol 27 juta poundsterling tersebut digadang-gadang bakal membuat penampilan City lebih fresh. Bahkan, kedatangannya disebut-sebut mulai mengancam posisi bomber Sergio Aguero di lini depan The Citizens.

Sebenarnya siapakah Jesus? Pamor rekan setim Neymar di Timnas Brasil tersebut semakin menanjak sejak City mengumumkan mendapat tanda tangan pemuda 19 tahun itu pada musim panas lalu. City mengalahkan Barcelona dan Real Madrid yang dilaporkan juga berminat mendapatkan servis Jesus.

Namun di negara kelahirannya, Brasil, Jesus sudah sangat dikenal. Pada musim panas lalu dia ikut memboyong medali emas Olimpiade bagi Timnas Brasil U-23. Jesus juga menjadi bagian Palmeiras menjuarai Campeonato Brasilero 2016.

Performa Jesus yang terus menanjak bisa jadi karena keuletannya menjalani kehidupan yang keras. Jesus memang memulai karier dari bawah. Seperti dilansir dailymail.co.uk, Jesus pernah tinggal di ruang bawah tanah (basement) di Jardim Peri.

Tapi keceriaan bermain sepak bola tidak pernah terenggut dari kehidupannya. Jesus akan dengan senang hati berlatih sepak bola dari pukul 08.00 pagi hingga 01.00 dini hari.

“Dia tidak pernah suka kalah. Dia akan pergi mencetak gol untuk memastikan dia menang. Kami bermain sepak bola di jalan, di depan rumah kami di pagi hari sebelum sekolah, kami bermain di sekolah, kami bermain lagi ketika kami pulang dari sekolah. Dia bahkan bermain dalam jam tidur apabila ibunya mengizinkannya,” jelas teman sekamar Jesus di masa kecil di Jardi Perim, Rodolfo Augusto.

Jesus tinggal di kawasan kumuh atau yang biasa disebut dengan istilah favela di Jardi Perim, Brasil. Dia biasa menerima bingkisan makanan dari orang lain. Untuk menuju ke lokasi latihan, Jesus juga harus jalan kaki sekitar 4 km karena tidak ada bus umum yang bisa mengantarnya.

Jesus pun tidak pernah melupakan asalnya. Dia membuat tato perkampungan kumuh yang ditinggalinya di Jardi Perim dengan tulisan “Posso sair do Peri, mas o Peri nunca saira demim”. Kira-kira yang berarti “Saya bisa meninggalkan Peri, namun Peri tidak akan pernah meninggalkan saya”.

Penampilan pemilik nomor punggung 9 di Timnas Brasil itu bersama City pun sudah dinantikan para fans. Tak menutup pelatih Josep “Pep” Guardiola akan memberinya kesempatan melakoni debut sebagai pemain City ketika menjamu Tottenham Hotspur di Etihad, tengah malam nanti.

Guardiola sejauh ini sepertinya belum puas dengan performa strikernya di lini depan. Terbukti dia kerap melakukan rotasi di ujung tombak. Sejauh ini, Aguero hanya menyokong lima gol dalam 17 penampilan. Sedangkan Raheem Sterling dan Kevin de Bruyne masing-masing baru menorehkan satu gol sejak akhir September lalu.

Tokopedia