Juara Australia Open 2017, Kebangkitan Federer Si Raja Grand Slam

Roger Federer (JIBI/REUTERS - Jason Reed)
30 Januari 2017 01:00 WIB Sport Share :

Roger Federer menjuarai Australia Open 2017 sekaligus menandai kebangkitannya di arena Grand Slam.

Solopos.com, MELBOURNE -- Tak ada yang menyangkal catatan karier Roger Federer penuh dengan pencapaian besar. Namun, kemenangannya di Australian Open 2017 mungkin bakal menjadi salah satu prestasi terhebatnya. Datang sebagai unggulan ke-17, Federer yang memainkan turnamen pertamanya setelah enam bulan cedera membuktikan bahwa sang petenis masih digdaya.

Dalam final yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (29/1/2017), petenis berjuluk Fedex (Federer Express) ini membungkam Rafael Nadal dalam pertarungan sengit lima set 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3. Titel di Australian Open 2017 menjadi gelar ke-18 Federer di ajang grand slam sekaligus menutup puasa gelar grand slam-nya sejak Wimbledon 2012.

Federer juga sukses menjadi petenis pertama yang memenangi lima gelar di tiga ajang grand slam berbeda. “Saya kehabisan kata-kata,” ujar Federer seusai meraih piala, dikutip atpworldtour.com, Minggu.

Federer sempat meneteskan air mata seusai memastikan kemenangan atas Nadal dalam laga berdurasi 3 jam 37 menit. Mata petenis 35 tahun ini berkaca-kaca saat menaiki podium juara. Beberapa kali ia menengok pada Nadal yang berdiri tak jauh darinya. Dalam sambutan kemenangannya, Federer menunjukkan rasa respek pada Nadal, petenis yang belum pernah dia kalahkan sebelumnya di ajang Australian Open.

“Saya mengucapkan selamat bagi Rafa atas comeback sensasionalnya. Sayang, tidak ada hasil seri di tenis. Saya akan sangat gembira jika dapat berbagi kemenangan ini bersama Rafa,” ucap petenis tertua yang meraih titel grand slam sejak Ken Rosewall, 37 tahun, memenanginya pada 1972.

Nadal gantian memuji Federer yang menurutnya telah kembali ke level tertinggi. Peraih 14 titel grand slam ini menilai tak mudah bagi Federer meraih juara setelah cedera cukup lama. Hasil di Melbourne meruntuhkan dominasi Nadal atas Federer sejak tahun 2007. Federer juga sukses membalas dendam setelah ditaklukkan Nadal di final Australian Open 2009.

“Biasanya saya yang meraih kemenangan, tapi sekarang giliran Roger. Selamat untuknya,” ujar Nadal dilansir New York Times.

Nadal mengaku cukup puas atas penampilannya meski tak meraih juara. Maklum saja, petenis Spanyol ini hanya menjadi unggulan sembilan dalam turnamen. Dia mengaku akan terus berjuang di turnamen selanjutnya. “Hasil ini [runner up] bagus tapi akan lebih baik jika meraih torfi. Saya akan terus bertarung di sisa musim,” ujarnya.