PARALYMPIC GAMES : NPC Jateng Diharapkan Jaga Tradisi Lumbung Emas

Pengurus National Paralympic Committe (NPC) Jawa Tengah masa bakti 2017-2022 dilantik di Ruang Puri Koncono Hotel Lor In Colomadu, Karanganyar, Senin (10/7/2017). (JIBI/Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
11 Juli 2017 01:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Paralympic Games bisa menjadi ajang atlet jateng meraih medali emas.

Solopos.com, SOLO — Pengurus National Paralympic Committe (NPC) Jawa Tengah masa bakti 2017-2022 dilantik di Ruang Puri Koncono Hotel Lor In Colomadu, Senin (10/7). Pengurus baru NPC Jateng diharapkan bisa menjaga tradisi menjadi lumbung emas bagi Indonesia di kejuaraan internasional.

Pengurus NPC Indonedia Bidang Organisasi, Rio Susanto, mengatakan Jawa Tengah selama ini sudah dikenal sebagai tulang punggung nasional. Para atlet paralympic asal Jateng sudah biasa memborong emas di kejuaraan ASEAN Para Games, ASIAN Para Games, bahkan International Paralympic.

“Supaya tradisi lumbung emas itu tetap terjaga, pengurus NPC Jateng harus bersikap profesional. Sekarang itu teknologi semakin modern, keterbukaan menjadi tuntutan. Selama bisa clear dan profesional dalam mengelola organisasi, saya yakin prestasi bisa semakin meningkat,” pesan Rio kepada pengurus NPC Jateng.

Sementara itu, Ketua NPC Jateng, Osrita Muslim, mengatakan terdapat 48 atlet paraliympic asal Jateng. Mereka terbagi dalam beberapa cabang olahraga seperti atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, angkat berat, catur, panahan, poli duduk dan boling.

“Jumlah atlet paralympic di Jateng itu menduduki urutan kedua setelah Jawa Barat. Insa Allah kami akan tetap menjadi lumbung emas bagi Indonesia,” ujar Osrita saat ditemui wartawan seusai pelantikan.

Osrita mengakui regenerasi atlet paralympic tergolong sulit. Melalui pembinaan di Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Solo dan Semarang, Osrita berharap lahir para atlet muda berbakat sebagai suksesor senior mereka.

“Kami juga akan memperjuangkan persamaan hak antara atlet difabel dan nondifabel sebagaimana diamanatkan UU No. 8/2016 [tentang Penyandang Disabilitas]. Saat ini tali asih yang diterima atlet paralympic asal Jateng masih jauh lebih rendah bila dibandingkan provinsi lain. Kami berharap ada kenaikan, paling tidak mendekati dengan yang diterima atlet nondifabel atau atlet di provinsi lain,” papar Osrita.

Tokopedia