BEASISWA BULU TANGKIS DJARUM : Audisi di Karanganyar, Dua Atlet Berbakat Dilirik

Ilustrasi bulu tangkis. (JIBI/Solopos.com - Dok.)
24 Juli 2017 14:06 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Beasiswa bulu tangkis Djarum digelar di Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Tim pemandu bakat yang beranggotakan para legenda bulu tangkis Indonesia melirik dua atlet dengan bakat istimewa untuk mendapat supertiket pada ajang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2017 di GOR RM Said Karanganyar pada Sabtu-Senin (22-24/7/2017).

Yuni Kartika, 44, salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang menjadi bagian dari tim pemandu bakat mengatakan dua atlet dengan bakat istimewa itu ditemukan di kelompok umur (KU)-11 putra dan KU-13 putri. Namun, Yuni enggan menyebutkan siapa dua atlet berbakat istimewa yang dilirik untuk mendapatkan supertiket dari tim pemandu bakat itu.

“Kami masih akan mendiskusikan dulu dengan tim pemandu bakat. Nanti akan ada adu argumentasi untuk menentukan siapa yang berhak mendapat supertiket,” jelas Yuni kala ditemui wartawan di lokasi, Minggu (23/9/2017).

Sekali melihat kedua bocah itu bertanding, Yuni menganggap mereka layak mendapat supertiket karena punya teknik istimewa. Di nomor KU-11, atlet dengan bakat istimewa itu masih berusia delapan tahun. Dia melawan atlet dengan usia dua tahun di atasnya. Bocah itu mampu mengimbangi permainan lawannya sehingga pertandingan harus diselesaikan secara rubber set. Meski akhirnya bocah itu kalah, Yuni mencium adanya bakat istimewa yang dimilikinya.

“Dia punya teknik yang bagus. Tubuhnya masih kecil karena dia juga baru lahir 2009. Lawan dia itu lahir pada 2007. Faktor perbedaan usia itu yang menyebabkan dia kalah. Dua tahun itu waktu yang cukup lama untuk mengasah kemampuan,” ujar Yuni.

Sementara di nomor KU-13 putri, Yuni juga melihat satu atlet yang layak mendapat supertiket. Bocah itu juga punya bakat istimewa dalam hal teknik bermain. Hingga Minggu siang, bocah dengan bakat istimewa yang bermain di nomor KU-13 putri itu belum memainkan pertandingan.

“Jika dia bisa menjadi juara, dia akan dapat tiket secara otomatis. Jika kalah, dia masih bisa dapat supertiket karena punya bakat istimewa,” paparnya.