TURNAMEN BASKET : 95 Tim Siap Panaskan 3X3 Challenge di Solo

Kepala Bidang Organisasi Perbasi Solo, Icuk Kurniawan (kanan), memberi keterangan dalam jumpa pers ajang 3X3 Challenge di Restoran Orient, Hartono Mall, Senin (31/7/2017). (JIBI/Solopos - Chrisna Chanis Cara)
01 Agustus 2017 14:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Turnamen basket bakal digelar di Solo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Sebanyak 95 tim dari Solo dan sekitarnya akan bersaing dalam kompetisi basket three on three bertajuk 3X3 Challenge di Atrium Hartono Mall, Selasa-Minggu (1-6/8/2017). Tak hanya memperebutkan gelar terbaik, ajang ini dibidik melahirkan bintang baru untuk memperkuat tim three on three Jawa Tengah dalam PON 2020 di Papua.

Ketua Bidang Organisasi Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Solo, Icuk Kurniawan, mengatakan 3X3 Challenge merupakan ajang three on three pertama yang digelar Perbasi Solo tahun ini. Icuk menguraikan ada 95 tim dari Soloraya, Salatiga hingga Jogja yang siap memanaskan ajang berhadiah total Rp12,5 juta ini.

Deretan tim itu dibagi menjadi sejumlah kategori yakni SMP (putra dan putri), SMA (putra dan putri) dan kategori 19-24 tahun. “Kami memilih mal karena ingin mendekatkan basket pada khalayak ramai,” ujar Icuk dalam jumpa pers di Hartono Mall, Senin (31/7/2017).

Tak hanya menggairahkan iklim basket di Soloraya, Icuk menilai ajang 3X3 Challenge strategis untuk menjaring bibit pebasket yang piawai di kontes three on three. Icuk membeberkan ajang basket three on three bakal menjadi cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam PON 2020 di Papua.

Untuk memberi peluang sebesar-besarnya bagi pemain potensial, Perbasi melarang tim peserta mengontrak pemain profesional dalam turnamen. “Ajang ini tidak hanya soal menang kalah, tapi bagaimana kami bisa berkontribusi untuk penyiapan pebasket handal,” ucap Icuk.

Ajang 3X3 Challenge akan menggunakan sistem grup dengan waktu bertanding 1x10 menit. Adapun peta persaingan ajang three on three cenderung sulit ditebak karena lebih mengandalkan skill pemain. “Tidak ada strategi dari pelatih, apapun bisa terjadi. Apalagi setiap tim dikejar waktu dan poin. Yang lebih dulu mencapai poin 21 itulah yang menang,” terang Icuk.

Pebasket dari tim UNS, Samuel Devin, optimistis timnya dapat melaju jauh dalam turnamen. UNS menjadi salah satu tim yang diunggulkan karena diperkuat pemain Porprov Jawa Tengah seperti dirinya. “Sangat senang dengan ajang ini. Semoga bisa mengembangkan basket Solo lebih maju lagi,” ucap Devin.