MOTOGP 2017 : Petaka Marquez di Tikungan Terakhir GP Austria

Marc Marquez (Crash.net)
14 Agustus 2017 15:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Motogp 2017 diwarnai dengan kegagalan Marc Marquez menjadi juara.

Solopos.com, SPIELBERG — Menyesakkan. Kata itu agaknya pas diberikan bagi pembalap Honda, Marc Marquez, dalam GP Austria di Sirkuit Spielberg, Minggu (13/8/2017) malam WIB. Dia melewatkan kesempatan memenangi balapan tiga kali beruntun setelah kalah bertarung di lap terakhir oleh Andrea Dovizioso.

Kemenangan itu membawa Dovi naik ke posisi dua klasemen sementara, menggeser Maverick Vinales yang kembali menunjukkan inkonsistensi dengan finis di peringkat enam. Dovizioso kini tinggal berjarak 16 poin dari Marquez di pemuncak klasemen sementara. Hasil ini pun seperti membalas sakit hati Dovi yang hanya finis kedua di GP Austria tahun lalu. Saat itu dia hanya terpaut 0,938 detik dari mantan rekan setimnya, Andrea Iannone.

Ketatnya duel kedua pembalap terbukti dari aksi salip-menyalip yang dimulai dari Lap 18. Sebuah kesalahan sempat dibuat Marquez yang melebar di tikungan 3, tapi ia lalu cepat memperbaiki posisinya dan kembali membayangi Dovi. Memasuki lima lap terakhir, pertarungan Dovizioso dan Marquez semakin panas. Pembalap Italia itu memang masih memimpin di depan, tapi Marquez terus memberikan tekanan kuat sepanjang lap.

Puncaknya terjadi pada lap pamungkas, tepatnya di tikungan terakhir. Marquez mencoba masuk untuk menyalip, tapi Dovizioso mampu mengatasinya dan akhirnya keluar sebagai juara. Inilah kemenangan ketiga bagi sang pembalap Ducati itu pada 2017, setelah Mugello dan Catalunya.

Sebaliknya, Marquez gagal meraih hattrick kemenangan musim ini meski mengawali lomba di pole position. “Tikungan terakhir benar-benar menjadi limit-ku, tapi inilah Moto GP,” ujar Marquez seperti dilansir Autosport, Sabtu.

Sebelum lomba, Ducati memang sudah optimistis meraih kemenangan ketiga mereka musim ini. Itu setelah pabrikan tersebut menempatkan Dovi dan Jorge Lorenzo di posisi dua dan tiga start. Di awal lomba Lorenzo bahkan sempat memimpin balapan meski akhirnya keteteran.

Namun Dovi yang kembali menggunakan ban soft, ban yang membawanya meraih hasil bagus di latihan bebas, lebih sabar hingga akhirnya merengkuh juara. “Ini akhir pekan yang sulit. Pertarungan sangat menakjubkan. Kami mengontrol balapan dengan ban kami. Ini sangat bagus,” ujar Dovizioso seperti dilansir Supersport.