KEJUARAAN TENIS PELAJAR ASIA : Putri Berjaya, Putra Belum Mujur

Petenis ganda Indonesia Iswandaru Kusumo Putro (kiri) dan Indra Wahyu. (JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu)
24 Agustus 2017 01:30 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Kejuaraan Tenis Pelajar Asia digelar di Solo.

Solopos.com, SOLO – Perjuangan tim beregu putra Indonesia harus terhenti di partai final setelah ditaklukkan tim unggulan Thailand dengan skor tipis 2-3 dalam Kejuaraan Tenis Pelajar Asia di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Rabu (23/8/2017). Di sisi lain, tim beregu putri sukses menyelamatkan muka Indonesia dengan meraih juara seusai membungkam Singapura 4-1 dan Thailand 3-2.

Di sektor putra, Indonesia sempat membuat kejutan setelah M. Rifki Fitri Adi, membenamkan Yuttana Charoenphon 7-5, 1-6, 6-4. Padahal dari segi ranking, Yuttana yang notabene peringkat 381 jauh lebih unggul dibanding Rifki yang hanya ranking 1.250.

Kemenangan Rifki pun sukses menyamakan agregat menjadi 1-1 setelah di laga sebelumnya ganda putra Indonesia Iswandaru K.P/Indra Wahyu dikalahkan pasangan Thailand, Noppado Naikor/Pawit S. 1-6, 4-6.

Indonesia di atas angin setelah membalikkan skor 2-1 lewat M. Althaf. Tunggal putra terbaik Indonesia ini sukses membungkam pemain terbaik Thailand, Alkanit Pumjit, lewat pertarungan tiga set 3-6, 7-6, 7-5. Kemenangan ini juga mengejutkan mengingat Alkanit yang berperingkat 325 lebih diunggulkan ketimbang Althaf yang memiliki ranking 360.

"Dapat dua angka melawan Thailand sudah baik. Kami juga sukses mengalahkan pemain single terbaik mereka. Namun pada akhirnya kami harus menyerah karena kekuatan lawan lebih merata," ujar pelatih tim beregu putra Indonesia, Sulistyono, saat ditemui Solopos.com seusai laga final di Gelora Manahan, Rabu (23/8/2017).

Benar saja, meski sempat unggul 2-1, Indonesia kepayahan di dua game terakhir. Bagus Laksono Setiadi yang berpeluang mengunci gelar juara tim justru takluk oleh Tonkla Mulada dua set langsung 1-6, 4-6. Kekalahan Bagus diikuti ganda putra Rindosa Wijaya/Ari Faresi.

Pasangan Thailand, Kasidit S/Kittirat K. hanya butuh 52 menit untuk membereskan perlawanan Rindosa/Ari dengan skor 6-2, 6-2. Indonesia pun gagal revans dari kekalahan di final tenis beregu putra dalam Asean School Games di Singapura, Juli 2017 lalu.

"Mengharapkan Bagus [petenis nonunggulan] untuk menang atas Tonkla [ranking 358] memang agak sulit. Namun saya mengapresiasi semua pemain, mereka sudah berusaha maksimal," imbuh Sulistyono.

Sementara itu, tim beregu putri Indonesia memastikan juara setelah meraih empat kemenangan tanpa sekalipun meraih kekalahan di kejuaraan yang memakai format setengah kompetisi. Pada laga Kamis, Shevita Aulana dkk. melangkahi tim kuat Thailand 3-2 dan Singapura 4-1 yang membawa mereka kukuh di puncak klasemen. Sebelumnya mereka membungkam Malaysia 5-0 dan India 5-0, Rabu (22/8/2017).