Menang di Final, Ganda Campuran Tontowi/Liliyana Juara Dunia

Tontowi/Liliyana memamerkan medali juara setelah menang di partai final Badminton World Championships, Glasgow, Skotlandia, 27 Agustus 2017.(JIBI/Reuters - Russell Cheyne)
28 Agustus 2017 09:11 WIB Redaksi Solopos Sport Share :

Tontowi/Liliyana mengempaskan ganda campuran China.

Solopos.com, GLASGOW – Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, menyabet gelar juara dunia (Badminton World Championship) usai menang di partai final turnamen edisi 2017 yang dilangsungkan di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, Minggu malam waktu setempat (27/8). Gelar ini merupakan yang kedua bagi pasangan ganda campuran ini.

Mengutip laporan Antara, Senin (28/8/2017) pagi WIB, berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Senin dini hari WIB, Tontowi/Liliyana berhasil menumbangkan wakil China Zheng Siwei/Chen Qinchen, dalam laga melelahkan selama 55 menit yang berkesudahan 15-21, 21-16, 21-15.

Seperti diketahui, Tontowi/Liliyana saat ini berada di peringkat tiga dunia, sedangkan Zheng Siwei/Chen Qinchen peringkat pertama dunia.

Dalam pertarungan partai final tersebut permainan ketat tersaji sejak awal gim pembuka dengan perolehan poin ketat dan beberapa kali terjadi hasil imbang hingga 6-6.

Selepas itu, pasangan China langsung tancap gas dengan mengumpulkan tiga poin beruntun hingga skor 9-6, walau poin demi poin dikumpulkan Tontowi/Liliyana, Zheng/Chen mampu menutup jeda interval pertama dengan memimpin 11-9.

Selepas jeda interval, Tontowi/Liliyana langsung bisa menyamakan kedudukan 11-11, akan tetapi Zheng/Chen mampu kembali leading tiga poin, bahkan mereka mampu memperlebar jarak dan meninggalkan poin pasangan Indonesia hingga lima poin 13-18.

Walaupun poin demi poin berhasil dikumpulkan Tontowi/Liliyana mereka tidak mampu membendung kemenangan duet China di gim pembuka ini dengan skor 21-15.

Di gim kedua, permainan ketat dengan skor imbang kembali disajikan kedua pasangan hingga kedudukan 7-7. Selepas keadaan kejar mengejar angka itu, Tontowi/Liliyana mampu mendominasi permainan dan mengakhiri jeda interval gim kedua dengan kedudukan 11-8.

Selepas jeda interval gim kedua, pasangan Indonesia berhasil menjaga jarak angka dari Zheng/Chen bahkan hingga lima angka di poin 15-10, namun perlahan duet China mendekati perolehan poin Tontowi/Liliyana hingga berjarak dua poin 16-14.

Akan tetapi, poin duet Indonesia kembali menjauh dan bisa memaksakan dimainkannya gim penentu dengan kemenangan 21-16.

Di gim pamungkas, terlihat ada penurunan performa pasangan China yang membuat Tontowi/Liliyana berhasil terus leading perolehan poin sejak awal laga, bahkan mampu menutup jeda interval dengan kemenangan 11-1.

Pasangan Indonesia mampu menambah satu poin selepas jeda interval, namun karena ada faktor kesalahan sendiri, membuat Zheng/Chen perlahan memperkecil ketertinggalan angka hingga 12-5.

Poin pasangan Indonesia yang tampaknya sudah sulit terkejar, mulai kembali melebar dengan selisih antara 6-10 angka hingga 19-13, akhirnya smash dari Tontowi Ahmad mampu menyudahi laga dengan kedudukan 21-15.

Dengan hasil ini Tontowi/Liliyana berhasil memberikan satu-satunya gelar Kejuaraan Dunia bulu tangkis 2017 bagi Indonesia, sekaligus menjadi yang kedua bagi mereka setelah sebelumnya diraih di Guangzhou, China, pada 2013 lalu.

Adapun di nomor lainnya, pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Rian Saputro harus puas menjadi peringkat dua selepas ditundukan wakil China, Liu Cheng/Zhang Nan dalam pertarungan selama 37 menit yang berakhir dengan skor 10-21, 17-21.

Sedangkan di ganda putri, duet peringkat empat dunia asal China, Chen Qinchen/Jia Yifan, menjadi juara selepas menyudahi perlawanan apik duet Jepang berperingkat sembilan dunia Yuki Fikushima/Sayaka Hirota 21-18, 17-21, 21-15 dalam pertarungan selama satu jam 24 menit.

Nozomi Okuhara menjadi pemain pertama Jepang, yang meraih gelar juara tunggal putri Kejuaraan Dunia bulu tangkis usai mengalahkan wakil India, Pusarla V Sindhu, lewat pertarungan sengit tiga gim selama satu jam 50 menit yang berkesudahan dengan skor 21-19, 20-22, 22-20.

Sementara di tunggal putra, pemain Denmark Viktor Axelsen menjadi pemain Negeri Skandinavia ketiga yang meraih gelar Kejuaraan Dunia bulu tangkis setelah berhasil memetik kemenangan atas pemain berpengalaman China Lin "Super" Dan dalam pertarungan dua gim sepanjang 54 menit berkesudahan 22-20, 21-16.