18 Tim Berlaga di Liga Voli Mahasiswa UNS 2017

Ilustrasi laga bola voli. (JIBI/Solopos - Dok.)
30 Agustus 2017 08:00 WIB Tri Wiharto Sport Share :

Sebanyak 18 tim voli akan bersaing dalam Liga Voli Mahasiswa UNS 2017.

Solopos.com, SOLO—Sebanyak 18 tim bola voli dari berbagai kampus di Indonesia siap memanaskan Liga Voli Mahasiswa (Livoma) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo 2017 di Gor UNS, Kampus Kentingan, Solo, 4-9 September.

Dalam turnamen ini, tuan rumah UNS berambisi meraih gelar juara di sektor putra dan putri di ajang yang sekaligus menjadi kejuaraan nasional (kejurnas) tersebut. Kejurnas bola voli mahasiswa ini baru kali pertama di gelar pada 2017.

Sejauh ini sudah ada 10 tim voli putra dan delapan tim putri yang memastikan diri bertanding di Livoma. Dari sejumlah peserta, tim dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UNS dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi favorit juara sektor putra dan putri.

Sementara itu, ajang ini akan digunakan UNS untuk revans atas kekalahan mereka dari Unesa dalam kejurnas di UGM dan Universitas Airlangga tahun lalu. Saat itu UNS harus puas berada di peringkat kedua kategori putri. “Karena sekarang bertanding di kandang, kami harus menjadi juara,” ujar Pejabat Humas UKM Bola Voli UNS, Ayu Eka, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (29/8/2017).

Ayu mengatakan tim voli UNS akan diperkuat materi “gado-gado” yakni gabungan pemain yang berpengalaman serta pemain junior. Ada juga mahasiswa baru yang bakal memperkuat tim di Livoma kali ini. UNS menyiapkan Agus Harsoyo sebagai pelatih tim putra dan Dedy Whinata sebagai pelatih tim putri. “Saat ini kami terus menggeber latihan untuk meraih hasil terbaik di turnamen,” tutur perempuan yang juga Pejabat Humas Livoma tersebut.

Livoma akan menerapkan format layaknya liga profesional dengan semua tim bakal saling berhadapan (setengah kompetisi). Juara satu sampai empat akan mendapatkan trofi kejuaraan. Livoma sendiri merupakan inisiatif UKM Bola Voli UNS, UKM yang baru terbentuk enam tahun lalu.

Penyelenggaraan Livoma tak lepas dari minimnya turnamen selevel kejurnas di Jawa Tengah. Ayu berharap Livoma 2017 bisa menjadi perintis untuk turnamen serupa di tahun selanjutnya.