Jadi Juara Dunia, Tontowi/Liliyana Dapat Bonus Rp1 M dari Djarum

Direktur Djarum Foundation, Victor R. Hartono, memberikan bonus kepada juara dunia ganda campuran 2017 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, di halaman GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (7/9) malam WIB. (JIBI/Solopos - Hanifah Kusumastuti)
07 September 2017 20:50 WIB Hanifah Kusumastuti Sport Share :

Djarum Foundation memberikan bonus kepada Tontowi/Liliyana.

Solopos.com, KUDUS – Djarum Foundation kembali menunjukkan perhatian besar kepada atlet-atlet PB Djarum berprestasi di tingkat dunia. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir digelontor bonus Djarum Foundation dengan total nilai Rp1 miliar.

Bonus itu diberikan setelah pasangan bulu tangkis yang akrab disapa Owi/Butet menjadi juara di Kejuaran Dunia (BWF World Championship) 2017 di Glasgow, Skotlandia, belum lama ini. Bonus itu diserahkan secara simbolis kepada Owi/Butet di pelataran GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (7/9/2017) malam WIB.

Seremonial ini dihadiri sejumlah legenda bulu tangkis dunia jebolan PB Djarum, seperti Lie Swie King, Hariyanto Arby, dan Ivana Lie. Selain itu, hadir juga ratusan peserta Audisi Umum Beasiswa Djarum Kudus yang lolos ke Grand Final, plus sejumlah fans ganda campuran yang pengoleksi emas Olimpiade tersebut.

Sebelum penyerahan bonus, Owi/Butet diputarkan video klip yang berisi kesan-pesan dari masyarakat dan pelatih mereka di pelatnas, Richard Mainaky dan Vita Marissa. Owi/Butet juga diajak flash back tentang awal mula karier mereka masing-masing sebelum akhirnya sesukses seperti sekarang.

"Dulu waktu masih kecil, kira-kira usia 12 tahun, itu kan harusnya masih ngintil sama orang tua, tapi harus pisah [karena masuk kamp bulu tangkis]. Jadi sempat antre pagi-pagi di kamar mandi, cuma jongkok, nangis, sambil mandi, nangis lagi. Ya gitu," urai Butet.

Owi pun mengisahkan bagaimana karier bulu tangkisnya tidak selalu dilalui dengan mulus. Atlet berusia 30 tahun itu bahkan nyaris menyerah dan gantung raket secara prematur gara-gara tidak mempunyai tandem di lapangan.

"Sebelum masuk PB Djarum, saat itu lagi frustrasi mau berhenti dari bulu tangkis, tidak punya pasangan. Jadi terimakasih kepada Deni Kantono [pelatih Djarum] sudah ditelepon dan diajak bergabung dengan PB Djarum," ujar Owi.

Owi/Butet bukan hanya bukti dari kerja keras pebulu tangkis Indonesia. Mereka juga menjadi inspirator bagi generasi penerus olahraga yang sangat membanggakan bagi Tanah Air tersebut. "Saya suka Tontowi dan Lilyana karena mereka gesit dan lincah," ujar Rizal, peserta Audisi Umum Beasiswa Djarum di Solo.

Sebelumnya, Djarum Foundation juga memberikan bonus bagi Owi/Butet atas kesuksesan mereka meraih emas Olimpiade 2014. Direktur Djarum Foundation, Victor R. Hartono, berpesan kepada Owi/Butet tetap on fire sebelum memasuki usia senja sebagai atlet kelas dunia. "Tanpa terasa kita ketemu lagi Saya berharap tahun depan saya bisa berada di sini lagi memberi hadiah bagi kalian," urai Victor.