KEJURNAS PARALAYANG 2017 : Latihan Resmi di Puncak Joglo Wonogiri, Satu Atlet Mendarat Darurat

Seorang atlet paralayang lepas landas dari Puncak Joglo, Sendang, Wonogiri, saat latihan resmi Kejurnas Paralayang, Rabu (13/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI - Solopos)
14 September 2017 10:15 WIB Ahmad Wakid Sport Share :

Kejurnas Paralayang Cross Country digelar di Puncak Joglo Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Kejuaraan nasional (Kejurnas) Paralayang nomor cross country (lintas alam) digelar di Puncak Joglo, Sendang, Wonogiri, Kamis-Minggu (14-17/9/2017). Saat latihan resmi pada Rabu (13/9/2017) siang, seorang atlet terpaksa mendarat darurat di hutan sekitar lokasi.

Safety Officer Kejurnas Paralayang, Hary Agung, mengatakan atlet yang sempat mengalami gangguan karena adanya turbulensi itu bernama Risky Widiantara dari Bali. Namun, Risky tidak mengalami cedera serius. Setelah sempat mendapatkan pertolongan dan dievakuasi, dia kembali terbang.

“Tidak apa-apa, sudah terbang lagi. Itu hal biasa, kalau seperti itu, seseorang harus mengeluarkan cadangan. Jadi, terbang harus kami cek peralatan semuanya. Jadi, kejadian seperti ini sudah wajar,” imbuh dia.

Hary menambahkan kejuaraan tersebut diikuti sekitar 91 atlet nasional dan sejumlah atlet dari mancanegara, antara lain Korea Selatan, India, dan Thailand. Saat latihan, para atlet itu mendapat tugas melalui GPS untuk berada di lokasi-lakasi tertentu. Kejuaraan itu dijadikan sebagai penilaian bagi pelatih paralayang nasional untuk memantau para atlet di ajang Asian Games 2018.

“Hasil dari kejuaraan ini untuk meranking atlet-atlet Indonesia di nomor nasional. Sedangkan untuk kejuaraan terbukanya, kami daftarkan di FAI sebagai penerbang internasional karena ada yang dari Thailand juga. Sedangkan dari Korea masih kami tunggu,” ungkap dia.

Hary menyebut Puncak Joglo merupakan tempat lepas landas paralayang terbaik di Asia dikarenakan cuaca dan ketinggian yang mendukung bagi para atlet untuk terbang jauh. Rekor nasional penerbangan terjauh terjadi di Puncak Joglo pada 2012 atas nama Hening Paradigma yang melakukan penerbangan sejauh 109 km dari Wonogiri hingga Pati.

“Jadi, saya harapkan kepada Bapak Bupati, Gubernur, dan Presiden agar tempat ini diperhatikan karena semua penerbang paralayang di dunia sudah tahu Wonogiri,” ujar Hary.

Kepala Desa Sendang, Wonogiri, Budi Hardono, menyambut positif gelaran kejurnas tahun ini karena terdapat sembilan atlet asal Sendang akan ikut menjadi peserta. Selain itu, kejurnas bisa meningkatkan jumlah pengunjung destinasi wisata di Desa Sendang.

“Ini hal yang positif dari sudut pandang pemerintah desa. Kegiatan seperti itu bisa meningkatkan wisatwan yang datang ke Puncak Joglo,” ujar Budi.

Direktur BUMDes Sendang Pinilih, Sukamto, menambahkan saat ini fasilitas dan infrastuktur di Puncak Joglo semakin lengkap. Dia optimistis akan semakin banyak event yang digelar di Puncak Joglo.

“Saat ini, jalan yang rusak sudah diperbaiki sehingga perjalanan menuju lokasi lancar. Selain itu, rambu-rambu peringatan juga sudah banyak, agar tidak terjadi kecelakaan karena banyak tikungan dan tanjakan,” imbuhnya.