SMPN 1 Solo Jadi Sekolah Khusus Olahraga

JIBI/Solopos/Septian Ade MahendraSiswa SD Negeri Sampangan 26 Solo mengikuti ujian praktik olahraga di Alun-Alun Utara Keraton Solo, Jumat (14 - 3). Ujian praktik olahraga diikuti oleh siswa kelas VI sebagai nilai ujian akhir sekolah (UAS).
15 September 2017 07:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

SMPN 1 Solo bakal dijadikan sebagai sekolah khusus olahraga.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memproyeksikan SMPN 1 Solo sebagai sekolah khusus olahraga (SKO). Sejumlah infrastruktur penunjang SKO bakal dibangun mulai 2018 hingga 2021 mendatang.

Pada tahun ini, Pemkot Solo sudah mengalokasikan anggaran senilai Rp150 juta untuk menyusun detailed engineering design (DED) pembangunan infrastruktur penunjang SKO. Menurut rencana, pembangunan infrastruktur itu berlokasi di kawasan Manahan dan Jajar.

“Di kawasan Manahan, infastruktur berupa penginapan akan dibangun di kawasan yang saat ini disewa Cafedangan. Kebetulan, masa sewa Cafedangan akan berakhir pada 2018. Nanti sudah pasti tidak diperpanjang,” jelas Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo, Suhanto, kala ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (14/9/2017).

Di kawasan Jajar, pembangunan infrastruktur berlokasi di bekas dua bangunan SD yang mangkrak, tepatnya di belakang Korem 074/Warastratama. Namun, Suhanto belum mengetahui jenis infrastruktur apa yang bakal dibangun di lokasi tersebut. Suhanto juga belum bisa memastikan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur penunjang SKO itu.

“SKO adalah tempat pemusatan latihan olahraga layaknya di Ragunan. Jadi, nanti semua atlet akan menginap di asrama. Soal besarnya anggaran tentu menunggu DED serta kajian amdal lalin. Tapi, Pak Wali Kota sudah memasukkan proyek SKO di SMPN 1 itu dalam RPJMD [Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah] 2016-2021,” terang Suhanto.

Sejak tahun ajaran baru 2017/2018, SMPN 1 Solo sudah menerima siswa baru yang berprestasi di 13 cabang olahraga (cabor). Ke-13 cabor olahraga itu adalah sepak bola, voli, panahan, taekwondo, pencak silat, atletik, bulu tangkis, renang, anggar, karate, yudo, tenis lapangan dan tenis meja.

Sebelumnya, Dispora menjadikan SMP 15 dan SMAN 8 sebagai SKO sepak bola. Namun, sejak pengelolaan SMA/SMK diambil alih oleh Pemerintah Provinsi, tidak ada lagi program SKO sepak bola di SMAN 8. Sementara sejak tahun ajaran baru 2017/2018, SMPN 15 tidak lagi menjadi SKO sepak bola.

“Khusus kelas VII tidak ada program SKO di SMPN 15 karena sudah kita pindah ke SMPN 1 Solo. Tapi, untuk kelas VIII dan IX masih ada. Sebelumnya, khusus pelajar yang punya bakat di sepak bola memang kami masukkan ke SMPN 15,” papar Suhanto.