47 Pilot Gagal Finis pada Hari Pertama Kejurnas Paralayang di Wonogiri

Seorang pilot peserta Kejuaraan Nasional dan Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Paralayang 2017, lepas landas di Puncak Joglo, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, Kamis (14/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI - Solopos)
15 September 2017 18:15 WIB Ahmad Wakid Sport Share :

Kejurnas Paralayang 2017 dilaksanakan di Puncak Joglo Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Sebanyak 37 pilot paralayang mampu menyelesaikan tugas dengan baik pada hari pertama Kejuaraan Nasional dan Kejuaraan Terbuka Lintas Alam Paralayang 2017 di Puncak Joglo, Sendang, Wonogiri, Kamis (14/9/2017).

Sedangkan 47 pilot lainnya gagal menyelesaikan tugas. Safety Officer Kejurnas, Hary Agung, menyebut hasil itu cukup baik karena hampir semua atlet Pelatnas berhasil menyelesaikan tugas. Hanya ada beberapa atlet putri mengalami kendala sehingga tidak bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh komite penugasan.

“Ada 37 orang yang finis dan hampir sebagian besar menuju finis. Artinya, cuaca di sini memang sangat bagus. Pada hari kedua ini, kami akan menambah jarak tempuhnya,” kata pria yang juga Pelatih Tim Paralayang Jateng itu, Jumat (15/9/2017).

Pada hari pertama, para pilot menempuh jarak sekitar 40 km dari Puncak Joglo, Wonogiri, hingga Waduk Delingan, Karanganyar. Hari kedua, para pilot dituntut menempuh sekitar 60 km dari Puncak Joglo menuju Waduk Botok, Karanganyar.

Menurut dia, kejuaraan yang diikuti 10 provinsi dan empat negara itu sangat penting untuk perkembangan olahraga paralayang. Apalagi, saat ini paralayang Indonesia cukup disegani di kancah internasional.

Selain sebagai ajang seleksi atlet pelatnas paralayang untuk Asian Games 2018, perolehan nilai kejuaraan tersebut bakal dihitung dalam penentuan peringkat dunia. Sebab, kejuaraan yang khusus melombakan nomor lintas alam itu diakui Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia sebagai kejuaraan kategori 2.

“Kalau hasil Wonogiri XC [cross country/ lintas alam] ini kami kirimkan ke FAI, nanti akan berdampak positif bagi masyarakat dunia. Nanti kalau kami membuat event lagi, mereka akan berbondong-bondong ke sini karena ada nilai plus,” imbuhnya.

Pilot yang meraih poin terbanyak pada hari pertama, Ardi Kurniawan, menilai cuaca pada hari pertama cukup baik. Atlet pelatnas itu menyebut persaingan atlet paralayang untuk Asian Games 2018 cukup ketat karena perolehan poinnya terpaut tidak banyak.

“Selisih poinnya tipis dan masih ada beberapa hari, jadi masih bisa berubah. Target saya pada kejuaraan ini, fokus emas untuk Jawa Timur,” kata pilot yang mendapat poin total 964 itu.