KEJUARAAN GOKART : Juara IRC 2017, Pembalap Muda Solo Ini Siap Naik Kelas

Diptya Oktadewa (Istimewa)
15 September 2017 23:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Kejuaraan gokart menyajikan prestasi Diptya Oktadewa di ajang Internasional Rok Club 2017.

Solopos.com, SOLO — Pembalap muda asal Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, benar-benar membawa nama harum Kota Bengawan. Meski baru duduk di bangku SMP, bocah yang akrab disapa Dio ini sukses merengkuh gelar juara umum dalam Kejuaraan Karting Internasional Rok Club 2017 kelas senior nonunggulan. Dio pun berencana naik ke kelas shiefter (gearbox) musim depan untuk semakin mengasah kemampuan membalapnya.

Penampilan konsisten Dio di enam seri balapan membuatnya cenderung stabil di puncak klasemen. Poin pembalap tim Respon Motorsport ini bahkan selisih 112 dari pembalap Singapura, Larry Tan Choon Wee di peringkat kedua. Meski di seri terakhir di Sirkuit Sentul, 10 September, Dio hanya finis di posisi dua, poinnya tetap tak terkejar. Apalagi Larry saat itu hanya mampu meraih podium tiga.

“Meraih juara umum di kategori senior nonunggulan benar-benar di luar dugaan. Apalagi baru setahun ini Dio intensif menggeluti gokart,” ujar mentor Dio, Dicky Septiawan, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (15/9/2017).

Selain menjadi yang terbaik di kelas senior nonunggulan, Dio mampu merangsek ke papan tengah di kelas senior umum Rok GP. Bersaing dengan pembalap yang sudah berpengalaman di dunia balap seperti Sylvano Christian, Danial Frost hingga Keanon Santoso, Dio bertengger di peringkat delapan klasemen akhir dari 28 pembalap se-Asia Tenggara. Padahal sebelumnya sang mentor hanya menargetkan Dio berada di posisi belasan di klasemen.

“Lawan Dio di kelas ini tak main-main karena sudah berpengalaman tujuh tahun lebih seperti Sylvano dan Keanon. Saya jelas bangga,” ujar Dicky yang juga mantan juara road race nasional empat kali.

Dicky pun berencana membawa Dio naik kelas di musim berikutnya. Siswa SMPN 4 Solo ini digadang-gadang masuk di kelas shiefter yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Kelas yang biasa disebut kelas gearbox ini baru tahun depan dipertandingkan di Rok GP. Ada lima seri nasional dan empat seri Asia dalam kalender tahun depan.

“Dengan kecepatan mobil yang lebih tinggi, Dio dituntut lebih jeli di kelas shiefter. Apalagi dia masih ada masalah dalam melahap tikungan. Feel-nya masih perlu diasah di bagian itu,” tuturnya.

Tak hanya Dio, rekan setimnya yang lebih muda, Celine Chava Kinetama, turut meraih prestasi bagus dengan meraih posisi dua di kelas cadet rok newbie. Pembalap perempuan ini juga berada di empat besar cadet rok rising star dan cadet rok.