ASEAN PARA GAMES 2017 : Renang Sumbang 10 Emas

Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet National Paralympic Commitee Indonesia di hotel Lor In Dwangsa, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (12/9). Para Atlet tersebut akan berlaga di Asean Para Games. (JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu)
19 September 2017 01:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

ASEAN Para Games 2017 menyajikan kontingen Indonesia yang sudah meraih 10 emas dari cabang renang.

Solopos.com, KUALA LUMPUR — Cabang renang mampu menyumbangkan 10 medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Senin (18/9/2017). Perolehan medali emas dari cabang renang itu langsung mendongkrak posisi Indonesia ke puncak klasemen sementara.

Hingga Senin siang pukul 11.15 WIB, Indonesia sudah mengoleksi 10 medali emas, 4 medali perak dan 6 medali perunggu. Sepuluh medali emas Indonesia masing-masing disumbangkan Musa Mandan Karuba di nomor 100 meter gaya bebas putra, Kevin Ode Natama di nomor 200 meter gaya bebas putra, Marianus Melianus di nomor 50 meter gaya dada putra.

Lalu Irfan Septiana di nomor 50 meter gaya dada putra, Aris Wibawa di nomor 50 meter gaya dada putra, Guntur di nomor 50 gaya dada putra, Sapia Rumbaru di nomor 100 meter gaya bebas putri, Syuci Indriyani di nomor 100 meter gaya bebas putri, Laura Aurelia Dinda di nomor 100 meter gaya bebas putri dan Lince Suebu di nomor 50 meter gaya dada putri.

Indonesia mengirimkan 30 atlet renang yang terdiri atas 20 putra dan 10 putri untuk mengikuti ASEAN Para Games 2017. Cabang renang memang menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas di kejuaraan ini.

“Kami memang menarget seluruh atlet renang bisa membawa pulang emas. Sekarang sudah ada 10 yang meraih medali emas. Mudah-mudahan yang lain bisa menyusul,” jelas pejabat humas National Paralympic Committee (NPC) Heri Isranto saat dihubungi Solopos.com melalui telepon.

Pelatih Tim Renang Indonesia, Dimin mengaku sudah mengalkulasi peluang meraih emas dari cabang olahraga renang. Dia menganggap target 30 emas itu cukup realistis. “Kami menurunkan 30 perenang, itu jumlah yang banyak. Kami menurunkan mereka di semua kelas sehingga peluang mendapat banyak emas lebih terbuka,” jelas Dimin.