ASEAN PARA GAMES 2017 : Juara Umum, Atlet Bakal Diganjar Bonus

Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet National Paralympic Commitee Indonesia di hotel Lor In Dwangsa, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (12/9). Para Atlet tersebut akan berlaga di Asean Para Games. (JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu)
25 September 2017 15:55 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

ASEAN Para Games 2017 diwarnai dengan Indonesia yang menjadi juara umum.

Solopos.com, BOYOLALI — Pemerintah menegaskan para atlet Indonesia di ASEAN Para Games (APG) 2017 bakal mendapat bonus yang layak atas kerja keras mereka membawa Merah Putih menjadi juara. Pemerintah mengindikasikan nominal bonus kontingen Indonesia di APG bakal sama dengan atlet berprestasi di SEA Games 2017.

Hal itu diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, seusai menyambut para atlet APG di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (24/9/2017). Sore itu, 196 anggota kontingen Indonesia tiba dari lokasi kejuaraan di Kuala Lumpur, Malaysia. Menpora menyambut hangat atlet APG yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Dalam APG edisi ke-IX ini, Indonesia menjadi juara umum dengan raihan 126 medali emas, 75 medali perak dan 50 medali perunggu. “Kami bangga para atlet sudah berjuang mati-matian untuk meninggikan nama Merah Putih,” ujar Menpora dalam jumpa pers di Bandara Adi Soemarmo.

Imam menegaskan pemerintah tak akan lalai dengan kewajibannya yakni memberi bonus yang layak kepada para atlet. Menpora tak merinci jumlah bonus yang diberikan. Namun menurut Menpora, bonus yang diterima atlet APG berprestasi bahkan bakal sama dengan yang diterima atlet peraih medali di SEA Games lalu.

“Presiden [Joko Widodo] mewanti-wanti saya agar tidak diskriminatif dalam memberikan bonus. Bonus wajib sama dengan atlet SEA Games, sebagai bentuk perhatian penuh pemerintah,” kata dia.

Selain memberikan bonus, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan atlet untuk terus berlatih. Menpora berharap kepedulian pemerintah bisa memacu semangat atlet untuk terus berprestasi. “Kami akan terus mengupayakan kesetaraan pada para atlet,” ujar Imam.

Seorang pecatur difabel, Edy Sunyoto, mengaku bangga bisa meraih emas dalam ajang di Kuala Lumpur. Torehan itu membayar lunas kegagalannya dalam ASEAN Para Games 2015. Saat itu dia hanya mendapat medali perak.

“Dulu saya agak sakit sehingga susah konsentrasi. Namun kondisi kali ini cukup bagus sehingga bisa mengalahkan lawan-lawan,” ujarnya.

Tak hanya meraih juara umum, Indonesia mencatatkan sederet rekor di APG 2017.  Cabang renang menorehkan jumlah rekor emas terbanyak yakni 36. Sisanya yakni empat rekor dari atletik dan empat rekor di cabang angkat berat. Setelah mendapat penyambutan, para atlet diarak menggunakan jip dari bandara hingga tempat menginap.

Tokopedia