Pemanah Tanah Air Adu Hebat di Benteng Vastenburg Solo

JIBI/SOLOPOS - Agoes Rudianto
14 Oktober 2017 04:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Turnamen panahan bakal digelar di Kota Solo.

Solopos.com, SOLO — Para atlet panahan di Tanah Air akan meramaikan Semut lreng Pop Archery Sriwedari (SIPAS) Solo Open Archery Competition 2017 yang diselenggarakan di kompleks Benteng Vastenburg, Jumat-Minggu (20-22/10/2017).

Turnamen panahan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-2 Yayasan SIPAS sekaligus menyongsong Hari Sumpah Pemuda. Perhelatan SIPAS Solo Open Archery Competition 2017 ini memperebutkan Piala Tetap Walikota Surakarta untuk Juara Umum kontingen ronde standart bow dan Piala Bergilir Walikota Surakarta untuk kelas beregu panahan tradisi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang bagi pemuda khususnya atlet panahan untuk mengejar prestasi dalam iklim kompetisi yang sportif. Ini adalah wadah untuk mengapresiasi bakat maupun minat yang dimiliki peserta. Kami ingin kegiatan ini menjadi event unggulan dalam bidang olah raga, budaya, edukasi maupun hiburan bagi masyarakat Solo,” kata Ketua Panitia Bayu Adikusuma dalam jumpa pers di Graha Wisata Niaga, Jumat (13/10/2017).

Seluruh peserta terbagi dalam beberapa kategori usia dan ronde pertandingan. Ronde lomba yang dipertandingkan adalah standart bow U-lO, U-I5, umum serta ronde panahan tradisional atau jemparingan kelas individu dan beregu.

Setelah upacara pembukaan SlPAS Solo Open Archery Competition 2017, digelar lomba panahan ronde standart bow kelas U-1S dan umum. Setelah membuka kegiatan, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo juga akan menjadi peserta lomba.

Ronde panahan tradisional akan diselenggarakan pada Minggu (22/10/2017). Ronde panahan tradisional yang diperlombakan adalah gaya Mataram. Dalam ronde panahan tradisional ini, seluruh peserta wajib mengenakan busana adat daerah masing-masing lengkap dengan busur tradisional tanpa alat bantu.

“Ronde panahan tradisi ini diangkat dengan tujuan jemparingan gaya Mataram lebih dikenal dan populer di kalangan masyarakat serta terjaga kelestariannya sebagai salah satu peninggalan leluhur bangsa,” ujar Bayu.

Tokopedia