FIM ASIA SUPERMOTO 2017 : Histeria Penonton Saksikan Kejuaraan Balap Motor Ekstrem di Mal

Pembalap beradu cepat saat start pada Moto 1 FIM Asia Supermoto Championship 2017 di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (15/10/2017). Kejuaraan bertaraf Internasional tersebut diikuti pembalap dari 14 negara. (M. Ferri Setiawan/JIBI - Solopos)
16 Oktober 2017 10:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

FIM Asia Supermoto 2017 dilaksanakan di kawasan The Park Mall Solo.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Suara knalpot meraung-raung area parkir sebelah selatan The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (15/10/2017). Di lintasan berlapis paving block, 22 rider dari 14 negara beradu cepat di seri kedua FIM Asia Supermoto di Sirkuit The Park.

Ini adalah sirkuit dadakan yang dibuat E-Plus, selaku perusahaan promotor FIM Asia Supermoto. Sirkuit sepanjang 800 meter ini terbilang ekstrem dengan enam tikungan tajam di dalamnya. Panitia menimbun beberapa gundukan tanah sebagai rintangan di paving block itu.

Sirkuit ini dibuat di area seluas sekitar 1 hektare. Sirkuit ini sengaja dibuat di pusat perbelanjaan supaya menjadi tontonan menarik bagi pengunjung The Park Mall, warga sekitar dan para pencinta supermoto di Tanah Air. Arena balap motor ini bisa disaksikan dari berbagai sisi. Antara lintasan dengan tempat penonton berdiri hanya dipisahkan pagar teralis besi.

Dari luar pagar itu, penonton bisa menyaksikan kuda-kuda besi itu beterbangan atau jumping setelah melewati gundukan tanah. Ini adalah momen yang paling dinantikan penonton. Tidak jarang para penonton mengabadikan momentum itu melalui kamera ponsel. Mereka bertepuk tangan dan mengacungkan jempol kepada para rider.

“Ini pertunjukan seru dan mendebarkan. Tadi ada beberapa pembalap yang jatuh, bahkan sampai tertimpa motor. Tapi, untungnya dia tidak apa-apa,” ucap Yusuf, 25, salah seorang penonton kala berbincang dengan solopos.com di lokasi.

Beberapa momen mendebarkan terjadi di seri kedua FIM Asia Supermoto di Sirkuit The Park. Di race pertama, para penonton dibuat histeris dengan jatuhnya Ivan Harry Nugroho, satu-satunya pembalap asli Solo yang terjun dalam turnamen balapan bergengsi di Asia ini.

Nasib Ivan Harry sedang tidak mujur. Baru beberapa menit setelah balapan dimulai, suami dari Mariachi Gunawan ini langsung terjatuh. Harry sempat tertimpa beberapa sepeda motor hingga lengannya terluka. (baca:http://cms.solopos.com/?p=860202"> Wakil Indonesia Ingin Naik Podium)

Dalam seri kedua FIM Asia Supermoto ini, dominasi pembalap asal Inggris Lewish Cornish tidak mampu ditandingi oleh rider lain. Lewish Cornish kembali menjadi yang tercepat disusul Khairi Zakaria dari Malaysia dan Trakan Thangtong dari Thailand. Meski tampil di kandang sendiri, para pembalap Indonesia hanya mampu finis di urutan 10 besar.

“Kami memang sengaja memilih lapangan parkir sebuah mal supaya mendekatkan diri dengan penonton. Seri pertama di Thailand memang menggunakan sirkuit beneran dengan lintasan berlapis aspal. Tapi, bermain balapan di dekat mal itu sudah pasti ramai penonton,” ujar Managing Director PT E-Plus Event Indonesia, Chandra Syahriar, di lokasi.

Dipilihkan area parkir The Park Mall sebagai lokasi sirkuit, kata Chandra, merupakan masukan dari komunitas rider di Tanah Air. “Bagi seorang rider supermoto, balapan di lintasan aspal atau paving block itu sama saja. Keduanya sama-sama memiliki risiko. Tapi, ini adalah olahraga ekstrem. Setiap pembalap, sudah menyadari risikonya bertanding di setiap lintasan,” ucap Chandra.

Tokopedia