ASIAN PARA GAMES 2018 : Indonesia Usul Penambahan Cabor Balap Sepeda

Menpora Imam Nahrawi menyalami atlet National Paralympic Commitee Indonesia di hotel Lor In Dwangsa, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (12/9). Para Atlet tersebut akan berlaga di Asean Para Games. (JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu)
28 Oktober 2017 08:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Asian Para Games 2018 digelar di Indonesia.

Solopos.com, SOLO – Indonesia mengusulkan penambahan cabang olahraga (cabor) balap sepeda pada ajang Asian Para Games 2018 yang bakal digelar di Jakarta pada 8-16 Oktober 2018.

Kabid Olahraga Disabilitas pada Asisten Debuti Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus, Kemenpora, Ismun Dwi, mengatakan sebetulnya sudah ada 16 cabor yang dipertandingkan dalam Asian Para Games 2018. Akan tetapi, belum ada cabor balap sepeda. Padahal, cabor balap sepeda sudah dipertandingkan di ASEAN Para Games 2017 dan menjadi salah satu penyumbang medali emas.

"Kami sudah mengusulkan penambahan cabor balap sepeda ke APC [Association Paralympic Committee]. Seharusnya ditanggapi positif. Apalagi sekarang kita punya velodrome yang baru direhab total di Rawamangun," papar Ismun saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatan penyusunan regulasi, jadwal dan venue Asian Para Games di Grand HAP Solo, Jumat (27/10/2017).

Syarat penambahan cabor baru berupa balap sepeda itu harus mendapat dukungan dari beberapa negara yang menjadi kontestan Asian Para Games. Namun, regulasi mengenai hal itu masih dibahas dalam pertemuan di Hotel Grand HAP tersebut. Sebagai tuan rumah, kata Ismun, Indonesia bakal diuntungkan bila cabor balap sepeda bisa dipertandingkan di Asian Para Games.

"Balap sepeda kita bisa diandalkan untuk raih emas. Tapi, meski berstatus tuan rumah, kita akan sulit meraih juara umum karena persaingannya sangat berat. Untuk menembus tiga besar saja itu akan susah. Jepang, Tiongkok, Korea Selatan diperkirakan akan tampil dominan," papar Ismun.