KISAH INSPIRATIF : Siswi SD Solo Sabet 2 Gelar di Kejuaraan Karate Internasional

Luvena Milano Setiyaka. (Chelin Indra Sushmita/JIBI - Solopos.com)
17 November 2017 17:15 WIB Chelin Indra Sushmita Sport Share :

Kisah inspiratif tentang siswa SD Solo yang jadi juara karate dunia berkat doa orang tua.

Solopos.com, SOLO – Kerja keras, ketekunan, dan dukungan orang tua menjadi modal utama bagi Luvena Milano Setiyaka mengikuti turnamen 2nd Edition Of International Karate Open of Province de Liege 2017 di Herstal, Belgia. Bocah kelas VI SD Lazuardi Kamila GIS, Solo, ini berhasil menjadi juara dan membawa pulang dua piala dari ajang tersebut.

Meski usianya masih muda dan postur tubuhnya kecil, Luvena berhasil menyisihkan puluhan kontestan dari berbagai negara yang mengikuti ajang tersebut. Dia bahkan tak menyangka berhasil menjadi juara dalam dua kategori, yakni Kata Putri (female U-12) dan Kumite Putri (female U-12), yang digelar pada 8-14 November 2017 lalu.

"Enggak menyangka. Awalnya cuma yakin menang yang kumite. Tapi ternyata kata juga menang," cerita Luvena saat berkunjung ke Griya Solopos, Jumat (17/11/2017).

Selama mengikuti kompetisi, gadis kelahiran Solo, 23 Maret 2006 ini sempat mengalami masalah dengan cuaca dan makanan yang ada di Belgia. "Di sana [Belgia] dingin. Jadi enggak bisa berkeringat. Makanannya juga enggak ada nasi. Jadi cuma makan kentang dan burger," sambung dia.

Meski agak sulit beradaptasi dengan cuaca dan kangen rumah, ternyata Luvena berhasil menorehkan prestasi gemilang. Padahal, ini merupakan kali pertamanya berkompetisi di kejuaraan tingkat dunia. Namun, selama ini dia telah banyak berlatih hingga meraih berbagai prestasi di bidang karate.

"Dia [Luvena] ini latihan karate sejak kelas I SD. Awalnya karena lihat sepupunya, terus dia minat, sama ibunya diarahkan. Sampai sekarang ini sekitar 50 piala ada di rumah. Kemarin pas di Belgia setiap mau tanding pasti komunikasi. Saya selalu kasih masukan dia biar fokus dan terus berdoa," tutur Jangkung Setiyaka, ayah Luvena.

Meski memiliki kemampuan di bidang karate, Luvena bukanlah gadis tomboi. Dia tumbuh seperti kebanyakan anak perempuan lainnya yang melewatkan masa kecil dengan bermain boneka. Tak hanya bercita-cita menjadi atlet, dia juga ingin menjadi pengusaha. "Pengin jadi atlet nasional kayak Ceyco Georgia, tapi juga jadi pengusaha," ungkap Luvena.

Sebagai orang tua, Jangkung Setiyaka hanya bisa memberikan dukungan dan doa. Dia berharap sang anak bisa mewujudkan mimpi menjadi atlet nasional.

"Saya sebagai orang tua cuma bisa berdoa dan mendukung. Dia maunya apa ya saya dukung. Saya berharap dia bisa jadi atlet nasional yang mewakili Indonesia di kejuaraan dunia," sambung dia.

Prestasi cemerlang yang diraih Luvena tak membuatnya berbangga diri. Sampai saat ini, dia masih giat berlatih demi mewujudkan impiannya. Dia juga berpesan kepada anak-anak seusianya untuk terus berusaha menggapai cita-cita.

"Kalau mau sukses jangan gampang menyerah. Terus berusaha dan rajin berlatih," tandasnya.

 

Tokopedia