PORPROV JATENG : 317 Taekwondoin Berebut Tiket Final

Dua atlet taekwondo bertarung di babak kualifikasi Pra Porprov Jateng di GOR Sritek Arena Solo, Jumat (15/12/2017). (JIBI/Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
16 Desember 2017 00:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Porprov Jateng memainkan cabang olahraga taekwondo.

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 317 taekwondoin asal 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah berebut tiket putaran final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018. Babak kualifikasi Pra Porprov Jateng ini digelar di GOR Sritex Arena, Jumat-Minggu (15-17/12/2017).

Para atlet ini mengikuti delapan kelas di nomor kyorugi putra/putri dan tiga kelas di nomor poomsae yakni tunggal putra, tunggal putri dan campuran. Dengan begitu, jumlah kelas yang dipertandingkan dalam Kejurprov nanti ada 19. “Nanti akan kami ambil delapan besar di tiap kelasnya untuk melaju ke putaran final porprov,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Panpel (Panpel) Kualifikasi Pra Porprov Jateng, Singgih Hendarto, saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Bila tiap kelas diambil delapan orang, maka jumlah tiket yang diperebukan dalam Pra Porprov Jateng kali ini ada 152 buah. Jumlah itu belum termasuk wildcard yang diterima kubu tuan rumah yakni 19 atau sesuai jumlah kelas yang dipertandingan. Tiga atlet dari pelatnas juga mendapat wildcard sehingga total tiket putaran final Porprov Jateng 2018 nanti ada 174.

Selain atlet yang mengikuti kualifikasi, putaran final Porprov Jateng juga akan diikuti tiga atlet yang kini masih menjalani pelatnas. Dua atlet di antaranya berasal dari Semarang, sementara satu atlet lainnya berasal dari Sukoharjo. “Sebagai tuan rumah, Solo bisa tampil full team untuk mengikuti semua kelas yang dipertandingkan,” terang Singgih.

Singgih menjelaskan peta kekuatan atlet taekwondo di Jateng saat ini sudah merata. Bila sebelumnya tiga besar selalu dihuni Semarang, Solo dan Banyumas, Singgih memprediksi sejumlah kabupaten lain berpotensi menghadirkan kejutan. “Atlet dari kabupaten yang sebelumnya tidak diperhitungkan bisa jadi kuda hitam. Ini karena kualitas atlet saat ini sudah merata,” jelas Singgih.

Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi, Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Solo, Ali Sholikin, memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari kekuatan calon lawan di tiap kelas. “Sekarang pembinaan atlet taekwondo sudah berkembang pesat di tiap kabupaten. Beberapa kabupaten seperti Purbalingga, Blora, Pemalang, Wonosobo, Kendal dan lain-lain bisa menjadi kuda hitam yang siap memberi kejutan. Kami tentu tidak memandang remeh mereka,” papar Ali.

Tokopedia