FORMULA ONE 2018 : Ramai-Ramai Waspadai McLaren

Pembalap McLaren Fernando Alonso (JIBI/REUTERS - Jason Cairnduff)
18 Desember 2017 16:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Formula One 2018 diwarnai dengan McLaren yang diprediksi bangkit.

Solopos.com, WOKING — Tim McLaren bisa dibilang jauh dari kata memuaskan jika menengok performa di awal musim lalu. Buruknya reliabilitas mesin Honda membuat tim yang bermarkas di Woking, Inggris, itu belum mengumpulkan sebiji poin hingga seri ketujuh di GP Kanada.

Meski di akhir musim performa mereka mulai membaik, McLaren tetap memutuskan “cerai” dengan Honda sebagai pemasok mesin tim. Pabrikan asal Prancis, Renault, menjadi partner anyar McLaren dalam mengarungi musim depan. Belum juga balapan musim 2018 dimulai, pergantian mesin tersebut sudah membuat sejumlah pihak waspada.

McLaren diyakini berpotensi bangkit dengan sokongan mesin yang lebih baik. Apalagi McLaren masih diperkuat eks juara dunia, Fernando Alonso, dan pembalap berbakat, Stoffel Vandoorne, di line up musim depan.

Juara dunia Formula 1 (F1) musim 2017, Lewis Hamilton, menjadi salah satu pihak yang meramalkan kebangkitan McLaren musim depan. Pembalap Mercedes itu bahkan menilai McLaren bisa menjadi pesaing baru bagi timnya. Sepanjang musim lalu praktis hanya Ferrari dan Red Bull yang cukup intens menekan Mercedes.

“Tahun depan McLaren punya mesin baru. Kita bakal melihat ada empat tim yang memperebutkan kejuaraan,” ujar Hamilton yang pernah lima musim membela McLaren, dilansir Crash, Minggu (17/12/2017).

Konsultan tim Renault F1, Alain Prost, meyakini kekuatan McLaren dengan mesin Renault bakal meningkatkan tekanan pada timnya. Ya, musim depan bakal ada dua tim yang menggunakan power unit Renault yakni McLaren dan Renault F1. Sejumlah pihak sempat mempertanyakan kenapa Renault mau menyuplai mesin ke major team lain seperti McLaren.

Terlebih Renault F1 sedang mengembangkan mobil untuk sejajar dengan Red Bull. “Memang ini akan memberi kami tekanan, sekarang kami punya kompetitor. Namun kami harap ini adalah tekanan yang positif,” ujar Prost dilansir Motorsport.

Direktur Balap McLaren, Eric Boullier, berambisi membawa tim kembali ke masa kejayaan. Kali terakhir McLaren meraih gelar juara yakni musim 2008 bersama Lewis Hamilton. “Kami bakal kembali ke persaingan, kami siap ke puncak,” ujarnya.

Tokopedia