Ini Evaluasi PBSI Terkait Penampilan Wakil Indonesia di BWF Super Series Finals 2017

Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir (Badmintonindonesia.org)
20 Desember 2017 19:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

BWF Super Series Finals 2017 telah selesai digelar.

Solopos.com, JAKARTA – Indonesia meraih satu gelar di ajang BWF Super Series Finals 2017 dari tiga wakil yang tampil di ajang tersebut. PBSI pun memiliki evaluasi tersendiri kepada tiga wakilnya yang tampil di turnamen yang mempertemukan pebulu tangkis-pebulu tangkis top dunia itu.

Indonesia memang mengirim tiga wakil ke BWF Super Series Finals 2017 yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran), serta Marucus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra). Satu gelar juara itu pun dipersembahkan Marcus/Kevin.

“Sebuah prestasi untuk Marcus/Kevin bisa menjadi juara lagi dan sepanjang tahun 2017 mereka bisa dapat tujuh gelar juara, suatu prestasi yang sangat membanggakan. Saya berharap tahun 2018 masih mereka terus fokus persiapan menghadapi turnamen lain, dan turnamen yang menjadi target PBSI bisa tercapai,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Rabu (20/12/2017).

Sementara itu soal capaian Tontowi/Liliyana, Susy tak dapat berkomentar banyak. Menurutnya, pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu sudah berusaha maksimal di turnamen tersebut.

“Hasil di Dubai itu mungkin memang hasil maksimal buat Tontowi/Liliyana, mengingat dari usia mereka. Tahun depan mereka mungkin masih bisa main untuk jangka pendek, karena sifat profesionalisme mereka yang sangat baik,” tutur Susy.

“Saat ini kami mencari komposisi pasangan ganda campuran yang terbaik, yang diharapkan bisa segera ke atas, karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Kita tidak bisa mengandalkan Tontowi/Liliyana terus,” imbuhnya.

Salah satu upaya dilakukan tim ganda campuran dengan mencerai pasangan Praveen/Debby. Laga di Dubai menjadi yang terakhir bagi pasangan yang sudah berduet kurang lebih empat tahun ini. Praveen rencananya akan berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, sedangkan Debby dengan Ricky Karanda Suwardi.

“Penampilan Praveen/Debby di turnamen terakhir memang kurang memuaskan. Mereka memang butuh penyegaran, sepertinya memang stuck. Seharusnya Praveen/Debby bukan hanya menjadi pelapis Tontowi/Liliyana, tapi juga mendampingi dan bisa berbagi beban,” ujar Susy.