Bengawan CUP III: Putri Mataram Rengkuh Hat-trick Juara

22 Desember 2017 19:15 WIB Abdul Hamied Razak Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Reputasi Putri Mataram FC sebagai tim sepak bola wanita terbaik di Indonesia tetap terjaga. Mental juara dari Putra Mataram semakin teruji setelah mereka mengalahkan Putri Kediri di babak final Invitation Women’s Tournament Bengawan Cup III 2017 di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (22/12/2017). Kemenangan itu memastikan Putri Mataram merengkuh hat-trick juara sejak turnamen sepak bola wanita itu digelar 2015 lalu.

Penampilan luar biasa ditunjukkan Sheva Imut Furyzcha, 13, pemain sayap kanan dari Putri Mataram. Pesepak bola wanita bertubuh mungil itu tampil mengesankan dan memberi andil besar bagi kemenangan Putri Mataram. Pemain Timnas Sepak Bola Wanita U-15 itu berkali-kali merepotkan lini pertahanan Putri Kediri. Dengan skill istimewanya, Sheva berkali-kali mampu melewati adangan pemain Putri Kediri.

Satu-satunya gol yang tercipta juga lahir dari kreasi Sheva yang mampu menyisir sebelah kiri pertahanan Putri Kediri. Setelah melewati adangan dua pemain, Sheva mengirimkan crossing ke tengah lapangan. Bola langsung disambar oleh Novilia Widyawati. Tendangan Novilia sebetulnya lemah, namun bola mengarah ke pojok atas kanan gawang yang tak bisa dijangkau kiper Putri Kediri Ananda Khoiri Oktama. Gol itu lahir pada awal babak kedua.

Putri Kediri sebetulnya juga tidak tampil buruk. Secara umum, Putri Kediri lebih menguasai jalannya pertandingan dengan mengandalkan permainan kolektif. Nafarina Fatmawati dkk. juga beberapa kali mengancam gawang Putri Mataram. Namun, tembok pertahanan Putri Mataram terlalu kokoh untuk ditaklukkan. Kiper Putri Mataram, Bella Rachma, juga tampil mengesankan dengan melakukan beberapa kali penyelamatan gemilang. Sebaliknya, Putri Mataram lebih banyak mengandalkan serangan balik.

“Senang sekali bisa turun di turnamen ini walau saya belum bisa tampil maksimal,” kata Sheva saat ditemui wartawan seusai pertandingan.

Pelatih Putri Mataram, Sri Hastuti, mengatakan kunci keberhasilan anak asuhnya dalam menjuarai Bengawan Cup tiga kali berturut-turut adalah semangat yang tak kenal lelah. Dia mengakui perjuangan untuk merengkuh juara di Bengawan Cup III kali ini lebih berat dibandingkan dua kompetisi serupa sebelumnya. “Semua tim sudah berbenah. Mereka makin ke sini makin bagus. Mereka tim yang kuat sekarang. Ini jadi tantangan kami ke depan,” terang Sri Hastuti.

Sri Hartuti mengakui Putri Mataram sebetulnya tidak dalam kekuataan penuh saat mengikuti Bengawan Cup III. Terdapat lima pemain inti yang absen karena mengikuti kompetisi Liga Futsal Profesional Indonesia. Meski begitu, dia bersyukur dengan kekuatan tim lapis kedua, Putri Mataram mampu mempertahankan gelar juara.

Sebelum pertandingan, Pelatih Putri Kediri, Nurhadi Lucman menyebut peluang timnya memenangi pertandingan melawan Putri Mataram masih 50:50. “Dua tahun lalu, kami gagal melaju ke final karena dikalahkan Putri Mataram. Tim ini memang sudah kuat karena memiliki persiapan yang matang. Mereka juga didukung sejumlah pemain timnas sepakbola dan futsal putri,” ucap Lucman.