PBSI Sragen Dorong Sekolah Ekstrakurikuler Bulu Tangkis

Ilustrasi bulu tangkis. (JIBI/Solopos.com - Dok.)
24 Desember 2017 07:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Sragen ingin memajukan cabang olahraga bulu tangkis.

Solopos.com, SRAGEN — Kegagalan Sragen mengirimkan atlet bulu tangkis di putaran final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 membuat pengurus kabupaten (pengkab) PBSI setempat berbenah.

Pengkab PBSI Sragen mendorong setiap SD dan SMP di Bumi Sukowati bisa membuka ekstrakurikuler bulu tangkis sebagai ajang pembibitan pemain muda berbakat. Sebagai tahap awal, PBSI Sragen menyelenggarakan coaching clinic tentang bulu tangkis di GOR Diponegoro Sragen dalam tiga hari terakhir. Kegiatan itu diikuti kalangan pelajar SD, SMP dan para guru.

“Kegiatan ini dihadiri Pengurus Pusat PBSI Edy Prayitno dan dua Pengprov PBSI Jateng Agung Susilo dan Ruswandi. Mereka datang untuk memberikan dorongan dan motivasi sekaligus memberi coaching bagaiman cara bermain bulu tangkis,” terang Sekretaris Pengcam PBSI Sragen Budiyanto, saat ditemui Solopos.com di Sragen, Sabtu (23/12/2017).

Budiyanto menyesalkan tidak ada pebulu tangkis asal Sragen yang ambil bagian dalam Porprov 2018 mendatang. Padahal, pesta olahraga empat tahunan di Jateng itu digelar di kota tetangga yakni Solo. Budiyanto mengakui saat ini memang belum punya atlet yang bisa diandalkan untuk Porprov 2018. Sragen memang memiliki Meirisa Cindy Sahputri asal Sukodono yang masuk pelatnas di Jakarta.

Namun, dalam regulasi yang disusun Pengprov PBSI Jateng disebutkan atlet dari pelatnas tidak diperkenankan turun di turnamen ini. Sragen juga memiliki Aisyah Nur Aini, pebulu tangkis asal Sidoharjo itu baru saja mengharumkan nama Bumi Sukowati di level nasional setelah meraih Juara I Pertamina Open Bulu Tangkis 2017 yang digelar di GOR Soedirman Surabaya.

Namun, Aisyah masih terikat kontrak dengan klub di Surabaya untuk mengikuti sejumlah pertandingan. “Empat tahun ke depan, kami yakin bisa berkompetisi di porprov. Sebab, ada bibit muda berbakat yang kini masih duduk di bangku SMP. Empat tahun lagi, mereka bisa jadi andalan kami,” terang Budiyanto.

Tokopedia