IBL 2017 : Bima Perkasa Sungkurkan BSB Hangtuah

Pebasket Satya Wacana Salatiga Rionny Rahangmetan (kanan) berebut bola dengan pebasket Pacific Caesar Surabaya David Seagers (kiri), pada pertandingan basket Indonesian Basketball League (IBL) Seri III di GOR Sahabat Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/2). Pacific Caesar Surabaya mengalahkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 96-88. ANTARA FOTO/R Rekotomo/ama - 17.
25 Desember 2017 19:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

IBL 2017 diwarnai dengan kemenangan Bima Perkasa Jogja.

Solopos.com, SOLO – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja meraih kemenangan kedua pada seri ketiga Indonesian Basket League (IBL) Pertalite 2017/2018 di GOR Sritex Arena Solo, Minggu (24/12/2017). Menghadapi BSB Hangtuah, Bima Perkasa menang dengan skor 72-58.

Kehadiran dua pemain impor di kubu BSB Hangtuah tidak memberikan kontribusi berarti. Keenan Palmore hanya mencetak 18 angka dan sembilan rebound. Sementara Nashon George membuat 14 angka dan 15 rebound. Sebaliknya, pemain impor di kubu Bima Perkasa Anthony McDonald menyumbang 22 angka, sementara Emillio Park mencetak 21 angka dan 14 rebound.

“Ini sesuai dengan game plan kami untuk membatasi ruang gerak dua pemain impor mereka [Keenan Palmore dan Nashon George],” kata Pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto, seusai pertandingan.

Unggul 17-6 di quarter pertama, penampilan Bima Perkasa sedikit menurun di quarter kedua dan hanya unggul tujuh angka, 30-23. Memasuki quarter ketiga, pelatih yang akrab disapa Ebos ini meminta pemainnya untuk kembali fokus. Walhasil, Bima Perkasa terus memimpin perolehan angka hingga akhir game.

“Kami mengawali game dengan buruk. Anak anak kehilangan fokus. Di quarter kedua bisa fokus namun kembali hilang memasuki quarter ketiga,” keluh Pelatih Hangtuah, Andika Supriadi Saputro.

Di partai lain, Satria Muda Pertamina berhasil menundukkan Pacific Caesar Surabaya 71-59 pada seri ketiga IBL Pertalite 2017/2018 di Sritex Arena, Solo, Senin (25/12/2017). “Puji syukur bisa menang walaupun permainan belum memuaskan. Penjagaan Pacific memang bagus,” kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh seusai pertandingan.

Menekan di quarter awal, Dior Lowhorn mampu memaksa center Pacific menerima dua kali foul di menit pertama. Satria Muda unggul 21-11 menutup quarter pertama, namun Pacific bangkit pada quarter kedua dan balik memimpin 32-30. “Anak anak terbawa tempo lambat yang dimainkan Pacific. Di babak kedua, kami minta anak-anak meningkatkan tempo dan berhasil,” tutur Youbel.