PORPROV JATENG 2018 : Johan dan Sujiati Jadi Andalan Solo untuk Cabang Panahan

04 Januari 2018 11:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Posprov Jateng 2018, pemanah senior menjadi andalan kontingen Solo.

Solopos.com, SOLO — Dua pemanah senior Kota Bengawan, Johan Prasetyo dan Sujiati kembali menjadi andalan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Solo untuk mendulang medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018.

Sebanyak 30 pemanah Solo mengikuti seleksi untuk memperebutkan kuota 20 pemanah yang masuk kontingen Porprov Jateng 2018. Namun, khusus Johan Prasetyo dan Sujiati langsung mendapat wildcard karena keberhasilan keduanya menjadikan panahan sebagai lumbung emas di Porprov Jateng di Banyumas 2013 lalu.

“Johan dan Sujiati total menyumbangkan tujuh emas di Porprov Jateng 2013. Rinciannya, Johan empat emas dan Sujiati tiga emas,” jelas pelatih panahan Solo, Idya Putra, saat dihubungi, Rabu (3/1/2018).

Raihan tujuh medali emas pada Porprov 2013 itu menjadikan panahan sebagai cabor paling produktif kedua setelah menembak yang menyumbangkan delapan medali emas. Panahan di peringkat dua bersama anggar yang sama-sama menyumbangkan tujuh medali emas.

Johan Prasetyo pernah menjadi atlet SEA Games 2013 dan membawa pulang medali perunggu. Sujiati menjadi yang terbaik saat bermain di kelas tradisional putri pada ajang Semut Ireng Pop Archery Sriwedari (SIPAS) Solo Open Archery Competition 2017, Oktober 2017 lalu.

“Pengalaman Johan di SEA Games bisa menjadi modal berharga untuk kembali mendulang emas di kelas recurve putra. Untuk Sujiati tetap menjadi andalan kami di nomor tradisional putri,” terang Idya.

Sementara itu, kontingen panahan juga bakal diisi wajah baru seperti Catharine Thea di kelas recurve putri, Hendika Pratama di kelas compound putra dan Ramy Naufal di kelas recurve putra.

Nama terakhir pernah berkompetisi di kejuaraan Port Dickson International Youth Archery Fiesta 2017 yang diselenggarakan di Negeri Sembilan, Malaysia, pada Oktober 2017 lalu. Dalam kejuaraan itu, pemanah belia yang masih duduk di bangku SMPN 1 Solo itu mampu menembus babak semifinal.

“Untuk pemanah lain masih kami seleksi. Seleksi pertama sudah kami gelar pada November lalu. Seleksi tahap dua akan kami gelar dalam waktu dekat. Yang kami butuhkan hanya 20 pemanah, masing-masing 10 putra dan 10 putri,” jelas Idya.