MOTO GP 2018 : Suzuki Disarankan Depak Iannone

09 Januari 2018 23:25 WIB Sport Share :

Moto GP 2018 diwarnai dengan Andrea Innone yang mendapat tekanan.

Solopos.com, SOLO – Andrea Iannone tampil buruk pada Moto GP 2018. Suzuki pun disarankan untuk mendepak pembalap asal Italia itu. Saran tersebut dikemukakan oleh legenda Suzuki, Kevin Schwantz.

Iannone bergabung dengan Suzuki pada awal musim 2017 lalu dan dikontrak selama dua tahun. Dia didatangkan dari Ducati untuk menggantikan posisi Maverick Vinales yang hijrah ke Yamaha. Namun, Iannone gagal memenuhi ekspektasi.

Dia mengalami kesulitan dengan performa motor Suzuki GSX-RR, dan dikritik kurang bekerja keras. Spekulasi yang muncul, Iannone akan digantikan juara World Superbike tiga musim terakhir, Jonathan Rea. Performa Iannone memang sempat membaik pada tiga dari lima seri terakhir MotoGP 2017. Namun, itu dinilai Schwantz belum cukup membuktikan Iannone layak diandalkan.

"Sebagai pebalap utama dalam tim, Anda harus memberikan 100 persen setiap saat. Dengan pengalaman yang dimiliki Iannone, yang telah memenangkan balapan bersama Ducati, dia harus menjadi pembalap pabrikan yang baik, khususnya di musim pertama," kata Schwantz, seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (9/1/2018).

"Mungkin tahun ini [Alex] Rins bisa memberikan sedikit masukan buat Suzuki, karena dia telah memiliki pengalaman. Tapi, tahun lalu semuanya ada di pundak Iannone dan dia sama sekali tidak memainkan peran utama itu," lanjut Schwantz.

"Suzuki masih akan bersama dia [Iannone] dan Rins lagi tahun ini, tapi saya pikir Suzuki harus benar-benar mencari pebalap lain [untuk tahun 2019]," tambahnya.

Schwantz juga kesal dengan kegagalan Iannone dalam memanfaatkan lambat panasnya para pebalap Honda di awal musim 2017, dan anjloknya performa pebalap Yamaha dari persaingan di paruh kedua musim.

"Hal ini sangat membuat frustasi. Yamaha mulai hebat di awal musim, kemudian mengalami banyak masalah [di paruh kedua musim]. Honda tidak begitu hebat saat awal musim dan pebalap Suzuki seharusnya memanfaatkan itu, saat para pebalap lain kesulitan," tutur dia.

Tidak hanya itu, Schwantz juga berang dengan hasil yang diperoleh Iannone saat balapan di Barcelona, 11 Juni 2017, dimana hanya finis satu tingkat di atas pebalap pengganti Sylvain Guintoli yang finis di urutan ke-17.

"Di Barcelona Iannone sempat disalip Guintoli, yang merupakan pebalap pengganti. Dia memang bisa kembali melewati Guintoli, lalu melesat, tapi kemudian melambat lagi. Kinerja seperti itu sama sekali tidak bisa diterima. Sebuah usaha harus selalu 110 persen diberikan," pungkasnya.