BADMINTON ASIA CHAMPIONSHIPS 2018: Hendra dan Ahsan Perkuat Skuat Merah Putih

16 Januari 2018 10:25 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

Dua pebulu tangkis senior, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, perkuat tim di Badminton Asia Championships 2018.

Solopos.com, JAKARTA—Tim bulu tangkis Indonesia bakal turun dengan kekuatan penuh di ajang Badminton Asia Championships 2018. Kejuaraan yang juga merupakan kualifikasi Thomas Cup dan Uber Cup 2018 ini akan digelar di Alor Setar, Malaysia, pada 6-11 Februari 2018 mendatang. Skuat Merah Putih makin komplet dengan hadirnya dua pebulu tangkis senior, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan.

Sebanyak 10 pemain putra dan 10 pemain putri terbaik terpilih untuk memperkuat tim inti di ajang ini. Di tim putra, selain Hendra dan Ahsan, ada Anthony Sinisuka Ginting dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi ujung tombak. (baca: http://solopos.com/?p=737997" target="_blank">ASIA JUNIOR CHAMPIONSHIPS : Rebut Medali Perak, Gregoria Cetak Sejarah Badminton Indonesia)

Sedangkan nama Gregoria Mariska, peraih medali emas BWF World Junior Championships 2017, kembali masuk jajaran tim inti putri. Di sektor ganda, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih menjadi andalan untuk mendulang angka.

“Kami memang sengaja menurunkan pemain-pemain terbaik di ajang ini. Kami enggak mau kecolongan dan mau dapat hasil maksimal di sini. Makanya pertimbangan dipilihnya pemain-pemain ini adalah mereka yang mampu menyumbang poin. Harapannya kami dapat dua kemenangan dari sektor ganda dan minimal satu dari tunggal, kalau bisa lebih ya bagus,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Selasa (16/1/2018).

Dua tahun lalu tim putra dengan gemilang menjadi kampiun di kejuaraan ini. Titel tim terbaik Asia 2016 disandang putra-putra Indonesia seusai mengalahkan Jepang, dengan skor 3-2. Sedangkan tim putri harus terhenti di perempat final dari Tiongkok, dengan skor 0-3.

“Target kami, tim putra setidaknya bisa ke final bahkan bisa juara lagi seperti dua tahun lalu. Kami bukan cuma ingin tim putra sekadar lolos ke putaran final tetapi mau hasil sebaik mungkin. Untuk tim putri, walaupun berat kami akan tetap kerja keras. Paling tidak ada peningkatan dari sebelumnya,” imbuhnya.

Menurutnya, nama-nama pemain yang menjadi tim inti di kejuaraan ini bisa saja berubah pada putaran final  Thomas Cup dan Uber Cup 2018 Mei mendatang. Dalam hal ini PBSI memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk mengemban tanggung jawab di pertandingan beregu. Namun demikian, performa mereka tetap akan dipantau, apakah mereka layak dipertahankan atau tidak pada putaran final.

“Karantina jelang kualifikasi Thomas Cup dan Uber Cup tidak ada, karena waktunya mepet. Akan tetapi, jelang putaran final rencananya akan ada sesi khusus seperti team building atau simulasi, untuk mempererat kebersamaan tim,” jelasnya.