MOTOGP 2018: Diperkuat Dovizioso dan Lorenzo, Ducati Klaim Paling Kuat

16 Januari 2018 12:35 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

Ducati punya posisi terkuat jelang MotoGP 2018 dengan adanya dua pembalap, yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

Solopos.com, BOLOGNA—Ducati punya posisi terkuat jelang MotoGP 2018 dengan adanya dua pembalap, yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo, yang mampu bertarung untuk merebut gelar juara dunia. Tim pabrikan Italia ini makin optimis setelah resmi meluncurkan motor anyar Desmosedici GP18 di Ducati Auditorium, Borgo Panigale, Italia, Senin (15/1/2018).

Dovizioso hanya kurang beruntung lantaran kalah dari pembalap Honda, Marc Marquez, di seri terakhir GP Valencia musim lalu. Sedangkan Lorenzo yang notabene juara dunia tiga kali MotoGP sudah mengantongi pengalaman berseragam Ducati selama semusim. (baca: http://solopos.com/?p=885278" target="_blank">MOTO GP 2018 : Ducati Launching Motor)

Manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengklaim inilah posisi terkuat Ducati selama bertahun-tahun.

“Tentu saja saat Casey Stoner di sini jelas ini tim yang kuat, tapi kini ada dua pembalap yang memiliki kemungkinan bersaing ketat untuk gelar juara dunia. Saya kira ini yang pertama,” tuturnya, dilansir crash.net, Selasa (16/1/2018).

Tardozzi menambahkan kondisi ini membuat tim percaya diri jelang musim baru yang dimulai dengan GP Qatar 18 Maret 2018 mendatang. Di sisi lain, Ducati juga tak akan mengabaikan dua tim saingan terberat, yakni Yamaha dan Honda.

Meskipun musim baru belum mulai, nasib Dovizioso dan Lorenzo bersama Ducati juga masih penuh spekulasi. Tak hanya pembalap mereka, sejumlah pembalap tim pabrikan lain kontraknya berakhir di musim 2019. Praktis, keberlangsungan kerja sama Dovi maupun Lorenzo di Ducati untuk musim 2019 dipertanyakan.

Sementara itu, Direktur Olahraga Ducati, Paulo Ciabatti, menambahkan idealnya tentu Ducati hendak memagari kedua pembalap. Andrea sudah menjadi bagian dari tim ini selama enam musim. Pembalap Italia ini juga menjadi idola bagi fans Ducati setelah prestasi gemilang yang dicatatkannya sepanjang musim 2017 yang berujung status runner up Moto GP.

“Secara personal, Andrea juga sosok yang ramah dan rendah hati. Ia seperti laki-laki normal yang melakukan hal luar biasa,” paparnya.

Di samping itu, pengalaman Lorenzo yang sudah memenangi 44 seri MotoGP serta lima kali juara dunia, yakni MotoGP (3 kali) dan kelas 250 cc (2 kali), jadi modal bagus. Musim 2017 jadi waktu bagi pembalap Spanyol ini beradaptasi dengan kuda besi pabrikan Italia setelah selama delapan musim menunggangi Yamaha.

“Kami akan menunggu terkait kontrak baru. Tak dapat dimungkiri jika ada tawaran baru kepada pembalap kami tentu akan bikin kompleks. Idealnya kami akan senang jika memiliki mereka ,” jelasnya.