MOTOGP 2018: Jonas Folger Putuskan Mundur dari MotoGP

18 Januari 2018 12:35 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

Jonas Folger mundur dari MotoGP 2018.

Solopos.com, MUHDOLF—Sepekan sebelum tes resmi pramusim dimulai di Sirkuit Sepang, Malaysia, 28-30 Januari 2018 mendatang, pembalap MotoGP asal Jerman, Jonas Folger, membuat keputusan mengejutkan. Pembalap Monster Yamaha Tech 3 ini mundur dari balapan MotoGP musim 2018.

Padahal rookie MotoGP ini tampil brilian dengan menjadi runner up GP Jerman di Sirkuit Sachsenring 2017 lalu. Sayang, di GP Jepang pembalap muda berusia 24 tahun ini didera kelelahan parah sehingga ia mesti absen sampai musim 2017 rampung. Ia sempat dikabarkan terkena virus epstein barr. (baca: http://solopos.com/?p=885399" target="_blank">MOTOGP 2018: Diperkuat Dovizioso dan Lorenzo, Ducati Klaim Paling Kuat)

Pada November 2017dari lalu mantan pembalap Kalex ini didiagonis terkena gilbert syndrome. Alhasil, ia mesti menjalani diet khusus dalam penyembuhannya.

“Saya sangat berat harus mengatakan ini, tapi saya tidak akan membalap untuk MotoGP 2018. Saya tak mampu memperbaiki kondisi seperti yang saya harapkan. Pada situasi ini saya merasa tak sanggup untuk membalap dengan 100%. Saya berharap bisa kembali suatu hari nanti,” paparnya, dilasir Crash.net, Kamis (18/1/2018).

Sementara itu, Manajer Tech3, Herve Poncharal, mengaku terkejut dengan keputusan yang diambil Folger. Ia dipaksa berpikir keras untuk mencari penggantinya mengingat musim baru dimulai Maret mendatang.

“Selasa [16/1/2018] malam saya menerima telepon dari Bob Moore, manajer Jonas Folger. Saya tak percaya apa yang dia katakana soal Folger yang memilih absen musim ini karena dia merasa tak sehat baik mental maupun fisik,” ungkapnya.

Absen Folger jelas jadi pukulan tersendiri mengingat Tech3 berharap banyak pada keahliannya di lintasan balap. Namun demikian, tidak ada yang bisa dilakukan tim selain menghormati keputusan pembalap kelahiran Muhdolf, Jerman, tersebut.

“Tentu saja kami harus menemukan solusi siapa yang akan menggantikannya. Ini misi yang sangat sulit karena semua pembalap bagus sudah dikontrak,” jelasnya.