MALAYSIA MASTERS 2018: Fajar/Alfian jadi Tumpuan Baru Ganda Putra Indonesia

22 Januari 2018 11:35 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tumpuan baru ganda putra Indonesia. 

Solopos.com, KUALA LUMPUR—Indonesia seperti tak habis-habisnya menghasilkan ganda putra kelas wahid beberapa tahun terakhir. Di tengah lesunya prestasi di sektor lain, ganda putra acap mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Lupakan dulu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo atau Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, kini Merah Putih punya rising star anyar dalam diri Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (baca: http://solopos.com/?p=838216" target="_blank">KISAH INSPIRATIF : Anak Penjual Koran Asal Sukoharjo Menjuarai Turnamen Badminton Nasional)

Pasangan muda ini sukses memberi kejutan spesial dengan menjuarai Malaysia Masters 2018 seusai mengandaskan perlawanan wakil tuan rumah, Goh V Sem/Tan Wee Kiong, 14-21, 24-22, 21-13, di Kuala Lumpur, Minggu (21/1/2018).

Ini adalah gelar turnamen selevel superseries pertama Fajar/Rian sejak dipasangkan tahun 2017. Titel juara tersebut sekaligus membungkam kritik para penikmat badminton nasional yang sempat menilai pasangan itu tak berkembang.

“Luar biasa Fajar/Rian! Gelar perdana untuk Indonesia di superseries format baru. Semoga bisa mencicipi “Premier of Premier” dalam waktu dekat,” cuit pemerhati bulutangkis nasional yang juga mantan Ketua PBSI, Gita Wirjawan, dalam twitter-nya, Minggu.

Kemenangan atas Goh/Tan seperti menjadi klimaks penampilan Fajar/Alfian di Negeri Jiran. Di babak sebelumnya, Fajar/Rian sukses menyingkirkan pasangan unggulan seperti Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (21-17, 21-17) hingga Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Colding (15-21, 21-16, 21-17).

Gelar di Malaysia pun membuat Fajar/Alfian melompat dari peringkat 16 ke peringkat 11 BWF pekan ini. Itu adalah posisi tertinggi sepanjang karier ganda putra mereka. Predikat peringkat 11 juga membuat Fajar/Alfian menjadi ganda putra terbaik kedua Indonesia setelah juara dunia Marcus/Kevin. Hal ini tentu akan membuat Indonesia berpikir untuk meninggalkan Fajar/Alfian dari tim Asian Games 2018.

“Tampil di Asian Games 2018 memang menjadi motivasi saya tersendiri,” ucap Fajar.

Pasangan Indonesia itu sebenarnya tampil kurang greget di awal laga. Mereka menyerah 14-21 di game pertama karena tak mampu menahan gempuran Goh/Tan. Namun mereka mulai menemukan ritme di game kedua untuk unggul tipis 24-22.

Pada game penentuan, Fajar/Alfian yang lebih muda terlihat memiliki stamina lebih baik dibanding pasangan tuan rumah. Goh/Tan yang sudah kehabisan tenaga ditekan habis hingga akhirnya pasangan Indonesia mengunci juara dengan kemenangan 21-13 di game ketiga.