INDONESIA MASTERS 2018: Pelatih Ganda Putra Evaluasi Kekalahan 2 Wakil Indonesia

26 Januari 2018 14:10 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi evaluasi para pemainnya yang kalah.

Solopos.com, JAKARTA—Dua wakil ganda putra Pelatnas tampil kurang maksimal di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2018. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Berry Angriawan/Hardiato tersandung lawan di babak 16 besar.

Kejuaraan berhadiah total 350.000 dollar Amerika Serikat ini merupakan turnamen ketiga beruntun yang diikuti Fajar/Rian dan Berry/Hardi. Sebelumnya mereka juga ambil bagian di kejuaraan Thailand Masters dan Malaysia Masters 2018. Fajar/Rian keluar sebagai juara di Malaysia. (baca: http://solopos.com/?p=888296" target="_blank">INDONESIA MASTERS 2018 : Praveen/Melati Tumbangkan Unggulan Kelima Asal Korea)

Fajar/Rian dikalahkan unggulan kedua, Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan skor 15-21, 12-21. Sedangkan Berry/Hardi tunduk dari Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 11-21, 18-21.

“Ini adalah turnamen ketiga yang diikuti Fajar/Rian, memang tak bisa dipungkiri bahwa lawan lebih fit dan lebih segar dari Fajar/Rian. Karena kondisi fisiknya sudah terkuras, otomatis tenaga tangannya pun berkurang dan banyak pukulan yang tidak akurat yang akhirnya error sendiri,” kata Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Jumat (26/1/2018).

Menurutnya, yang paling susah itu menjaga fokus. Soal fisik memang capek, tapi lebih capek lagi pikiran dan jaga konsentrasi.

“Memang idealnya sih paling banyak dua turnamen beruntun, tetapi jika mau jadi pemain dunia, Fajar/Rian memang harus melewati fase ini, sama halnya dengan pasangan senior lainnya, termasuk Kevin/Marcus, mereka juga pernah dalam posisi seperti ini,” imbuhnya.

Berbeda dengan kekalahan Fajar/Rian, menurut Herry, Berry/Hardi semestinya dapat mengatasi Chen/Wang.

“Menurut saya kekalahan Berry/Hardi tidak seharusnya terjadi, ini lebih ke faktor nonteknis. Memang mereka juga mengikuti tiga turnamen beruntun, tapi pencapaiannya kan maksimal, jadi seharusnya secara fisik tidak ada masalah, saya pun tanya ke mereka, katanya tidak capek,” ungkapnya.

Tokopedia