INDONESIA MASTERS 2018: Ganda Campuran Pastikan Tiket Final

26 Januari 2018 14:48 WIB Farida Trisnaningtyas Sport Share :

Satu tiket final ganda campuran Daihatsu Indonesia Masters 2018 dipastikan menjadi milik Indonesia setelah kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di perempat final.

Solopos.com, JAKARTA—Satu tiket final ganda campuran Daihatsu Indonesia Masters 2018 dipastikan menjadi milik Indonesia setelah kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di perempat final atas Zhang Nan/Liu Xuanxuan (Tiongkok) dengan skor 21–18, 21-19, di Istora Senayan Jakarta, Jumat (26/1/2018). (baca: http://solopos.com/?p=888610" target="_blank">INDONESIA MASTERS 2018: Pelatih Ganda Putra Evaluasi Kekalahan 2 Wakil Indonesia)

Di semifinal, Tontowi/Liliyana akan berjumpa sesama wakil Indonesia, antara Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti atau Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami.

Di perempat final, ganda campuran yang akrab disapa Owi/Butet ini terlihat mengontrol permainan, namun tetap waspada akan kejutan yang ditampilkan Zhang/Liu.

Meskipun Liu adalah pemain muda, namun Zhang punya banyak pengalaman di ganda campuran ketika ia masih berpasangan dengan Zhao Yunlei.

Di babak kedua, pasangan ini mengalahkan unggulan kedelapan, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen dari Denmark.

Perolehan angka sempat berlangsung sengit di game pertama saat kedudukan 18-16. Di game kedua, Zhang/Li kembali membuat pertandingan semakin menegangkan saat menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Owi/Butet akhirnya mengamankan dua poin krusial di akhir sekaligus meraih tiket semifinal.

“Seperti kita tahu, Zhang adalah pemain yang berpengalaman dan tidak mudah dimatikan. Dengan ketenangan, kami bisa mengatasi lawan. Kami sudah menyangka akan mendapat perlawanan seperti ini, kami sudah mempelajari permainan mereka,” papar Owi, dalam rilis yang diterima Solopos.com.

Butet menambahkan berjumpa dengan rekan senegara di semifinal merupakan hal yang positif. Setidaknya, Indonesia sudah menempatkan satu wakil di partai final yang bakal digelar Minggu (28/1/2018).

“Lawannya teman sendiri dan pastinya sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Kami maunya menang dan akan berusaha untuk menang. Misalnya ketemu Praveen/Melati, kami harus pelajari lagi permainan mereka, karena mereka adalah pasangan baru,” jelasnya.