MOTO GP 2018 : Ini Alasan Rossi Perpanjang Kontrak di Yamaha

16 Maret 2018 16:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Moto GP 2018 diwarnai dengan Rossi yang memperpanjang kontrak bersama Yamaha.

Solopos.com, SOLO – Valentino Rossi belum akan pensiun dari Moto GP dalam waktu dekat. Pembalap berjuluk The Doctor itu justru memperpanjang kontraknya bersma Yamaha hingga 2020 mendatang.

Kontrak Rossi bersama Yamaha sejatinya baru akan habis akhir musim ini. Namun, pembalap 39 tahun itu memutuskan untuk menambah masa kerjanya di Yamaha dua tahun lagi. Artinya, Rossi akan tetap membalap saat usianya 41 tahun.

Rossi pun mengakui akan sulitnya untuk terus kompetitif dengan usianya yang terus bertambah. Namun, dia memiliki alasan tersendiri mengapa enggan pensiun. Dia mengaku tak ingin mengikuti jejak Michael Schumacher yang comeback setelah pennsiun.

Seperti diketahui, Schumacher adalah pembalap top F1. Dia sempat menyatakan pensiun pada akhir 2006. Namun, ia kembali membalap pada 2010 silam. Rossi tak mau hal itu terjadi padanya. Dia ingin memuaskan hasratnya untuk terus membalap hingga akhirnya benar-benar pensiun.

"Saya melihat banyak rider hebat, juga pembalap, berhenti di saat karir maksimalnya, seperti Schumacher, juga Biaggi atau Troy Bayliss," ungkap Rossi seperti dilansir Autosport, Jumat (16/3/2018)

"Schumacher dan Bayliss kembali ke trek [setelah pensiun], jadi saya memutuskan untuk balapan sampai akhir, saya tidak ingin berpikir ke depan, 'mungkin saya bisa melakukan dua musim lagi'."

"Ini bisa menjadi risiko [bahwa saya menjadi kurang kompetitif], ya, tapi jika saya mengikuti logika ini, saya pasti sudah berhenti enam, tujuh atau delapan tahun yang lalu," sambung Rossi.

Ia mengakui sempat memikirkan untuk hanya memperpanjang kontraknya selama satu tahun. "Ya kami juga sempat berbicara mengenai satu tahun lalu satu tahun dengan Yamaha," ungkapnya.

"Namun Anda selalu berpikir mengenai dua tahun, juga untuk keseimbangan kontrak para pebalap lainnya. Jika Anda meneken kontrak Anda perlu melakukannya dua tahun, dan bertahan di garis itu dengan semua pembalap top lainnya," tuntas Rossi.