FORMULA 1 2018 : Grid Girls Dilarang, GP Australia Siap Pamer Grid Kids

19 Maret 2018 09:10 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Formula 1 2018 resmi melarang adanya grid girls.

Solopos.com, SOLO – Sebagian penggemar Formula 1 (F1) mungkin bakal kecewa karena tak lagi melihat yang “bening-bening” di sela ajang jet darat. Ya, Liberty Media selaku pemilik baru F1 secara resmi sudah melarang keberadaan grid girls atau gadis pendamping pembalap mulai musim ini.

Namun aturan yang sempat memicu kontroversi ini mampu direspons secara “anggun” oleh penyelenggara GP Australia. Dipercaya sebagai seri pembuka F1 2018 pada 25 Maret 2018, GP Australia melakukan inovasi menyusul pelarangan grid girls. Karting Australia (KA) dan badan induk motorsport Australia (CAMS) berinisiatif memperkenalkan grid kids untuk mendampingi para driver yang bertarung di Sirkuit Albert Park, Melbourne.

Tak sembarang anak-anak, mereka memilih 40 pembalap muda yang berusia delapan hingga 18 tahun. Keterlibatan anak kecil dalam dunia F1 sebenarnya bukan hal yang baru. Di tahun-tahun sebelumnya anak kecil diikutsertakan untuk membawa bendera negara asal para pembalap.

Juara dunia Moto GP lima kali yang kini menjabat Ketua KA, Mick Doohan, mengaku sangat senang bisa menghadirkan kesempatan bagi para juara gokart dan pembalap muda berbakat Australia. “Tidak ada yang lebih menginspirasi dibanding berdiri lebih dekat dengan sosok yang telah memenuhi ambisi Anda,” ujar Doohan seperti dilansir Motorsport, Minggu (18/3/2018).

CEO CAMS, Eugene Arocca, mengatakan keberadaan grid kids diharapkan dapat memacu bakat muda untuk berprestasi seperti idolanya. Menjadi grid kids, imbuh Arocca, bakal memberi pengalaman tersendiri yang berarti bagi perjalanan karier sang anak. “Mungkin saja beberapa dari mereka bisa menjadi Daniel Ricciardo atau Susie Wolff berikutnya.”

Di awal 2018, Formula 1 resmi menghentikan tradisi grid girls karena dirasa sudah tidak sesuai dengan brand dan norma sosial saat ini. “Kami tidak yakin praktik ini masih relevan dengan F1 dan penggemarnya, baik yang lama atau baru, di seluruh penjuru dunia,” ucap bos komersial F1, Sean Bratches.