ALL ENGLAND 2018: PBSI Soroti Ganda Campuran

20 Maret 2018 10:15 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

PBSI soroti ganda campuran.

Solopos.com, BIRMINGHAM—Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kembali menegaskan dominasi ganda putra Indonesia di ajang badminton dunia setelah meraih gelar juara di All England 2018. Pasangan berjuluk Duo Minions ini sukses mempertahankan gelar dengan mengandaskan musuh bebuyutan mereka, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) dengan skor 21-18, 21-17 di Arena Birmingham, Minggu (18/3/2018) waktu setempat.

Namun, PBSI ternyata belum terlalu puas dengan raihan satu gelar di All England. Organisasi tertinggi badminton Indonesia ini menyoroti ganda campuran yang gagal meraih hasil optimal di turnamen. Sekjen PBSI yang juga Chief de Mission Indonesia di All England 2018, Achmad Budiharto, mengaku sudah memprediksi Marcus/Kevin bakal mempertahankan gelar All England.

“Pertama kami patut bersyukur Indonesia mendapat gelar dari Kevin/Marcus, memang sebetulnya sudah kami perkirakan,” ujar Achmad seperti dilansir badmintonindonesia.org, Senin (19/3/2018). (baca juga: http://solopos.com/?p=904052" target="_blank">ALL ENGLAND 2018 : Pertahankan Gelar Juara, Marcus/Kevin Samai Ricky/Rexy)

Gelar tersebut menjadikan Duo Minions sebagai ganda putra pertama yang berhasil meraih gelar juara beruntun di All England sejak era Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky 22 tahun lalu (1995 dan 1996). Trofi itu juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Marcus/Kevin menjadi 19 pertandingan.

Di sisi lain, sektor ganda campuran menjadi sorotan karena tak mampu menghadirkan gelar. Padahal Indonesia mengeluarkan pasangan terbaik mereka seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Namun, Praveen/Debby tersingkir di babak perempat final oleh pasangan Denmark, Mathias Christensen/Christinna Pedersen dengan skor 16-21, 15-21. Tontowi/Liliyana justru menelan hasil lebih buruk setelah ditekuk rekan senegara, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, di babak kedua dengan skor 21-18, 15-21, 29-30. Hafiz/Gloria kemudian harus menyerah di perempat final setelah dikalahkan pasangan Tiongkok Zhang Nan/Li Yinhui.

“Untuk ganda campuran, antara bahagia dan kecewa. Di satu sisi kami bahagia karena pasangan muda pelapis kita, Hafiz/Gloria sudah mulai bisa menunjukkan kelasnya. Di sisi lain, kami kecewa tidak bisa mendapat gelar dari ganda campuran, karena di samping ganda putra, kami juga berharap dari ganda campuran,” ujar Achmad.

Sementara itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo mengaku puas bisa mempertahankan gelar ganda putra dengan mengandaskan Boe/Mogensen. Kemenangan itu menjadikan rekor pertemuan mereka dengan pasangan Denmark menjadi sama kuat 4-4. Tiga kemenangan Duo Minions diraih dari tiga pertemuan terakhir.

“Kunci kemenangannya fokus poin demi poin, tidak membuat kesalahan sendiri dan selalu fokus,” ujar Kevin.