Sibuk Urus Bisnis Keluarga, Rio Haryanto Tetap Impikan Balapan

27 Maret 2018 14:05 WIB Rohmah Ermawati Sport Share :

Rio Haryanto ingin mencari sponsor dari luar negeri untuk kembali membalap di F1.

Solopos.com, SOLO -- Mantan pembalap Formula One (F1) asal Indonesia, Rio Haryanto, kini sibuk mengurusi bisnis keluarga. Namun demikian, dia mengaku masih berhasrat kembali membalap di sirkuit.

Pada Senin (26/3/2018) pagi, Rio Haryanto tampak duduk di barisan kursi yang disediakan di Pendhapi Gede kompleks Balai Kota Solo bersama para pejabat seperti Sekda Budi Yulistianto dan beberapa kepala dinas di Pemkot Solo. Mantan pembalap F1 dari Manor Racing yang menjadi brand ambassador Kiky kemudian maju setelah dipanggil Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.

Rio Haryanto kemudian menyerahkan bantuan uang masing-masing Rp15 juta kepada para 10 warga. Bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) itu dari PT Solo Murni, perusahaan milik ayah Rio, Sinyo Haryanto, yang memproduksi berbagai pelengkapan alat sekolah dengan merek Kiky.

Rio Haryanto menjadi magnet kuat pagi itu. Selepas apel, para aparatur sipil negara (ASN) menyerbunya untuk diajak berfoto. Bahkan, Camat Jebres Agung Riyadi dan Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryatmo tak mau ketinggalan momen tersebut. Rio dengan ramah menghampiri mereka dan mempersilakan mereka berfoto dengannya. Senyumnya senantiasa mengembang.

Rio Haryanto mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang masih menghuni permukiman kumuh di Solo. Dia menilai para warga yang kurang beruntung tersebut memerlukan uluran bantuan dari para dermawan lain. ”Hari ini saya senang bisa berbagi dan semoga bisa bemanfaat,” tuturnya saat diwawancara awak media seusai memberikan bantuan kepada warga.

Rio Haryanto mengutarakan kegiatan serupa akan dilakukan setiap tahun. ”Insya Allah kalau ada keuntungan, kami akan selalu membantu. Kami selalu ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat,” ungkap dia.

Rio Haryanto mengaku saat ini sibuk bekerja di kantor Kiky. Disinggung mengenai aktivitas membalap yang membuat namanya berkibar, ia mengatakan masih belum tahu masa depannya di dunia balap.

”Karena untuk bisa balap lagi butuh dukungan finansial yang cukup besar. Untuk saat ini belum ada rencana lagi. Semenjak 2016 di F1 itu, saya sangat sulit untuk mencari dukungan finansial. Kalau keinginan tentu masih ada [membalap]. Harapan saya bisa mencari bantuan [sponsor] dari luar negeri,” papar dia.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan CSR yang diberikan Kiky melalui Rio Haryanto membuatnya terharu. Dia mengapresiasi langkah Rio yang terus berkarya hingga membawa nama bangsa.

Ia meminta para pengusaha muda bisa mencontoh sepak terjang Rio. Selain RTLH, PT Solo Murni juga sudah menyatakan kesiapan mereka membantu Pemkot melaksanakan program pencegahan penyakit TBC di kota itu.

”Ayah Rio sudah menyatakan akan membantu lagi kalau saya sudah melaporkan rencana pencegahan penyakit TBC di Kota Solo. Saat ini banyak perusahaan swasta yang belum berkontribusi untuk masyarakat secara langsung. Kami akan mendorong perusahaan swasta secara perlahan-lahan agar bisa membantu RTLH, lama-lama masalah RTLH akan rampung. Maka Solo akan semakin nyaman ditinggali siapa pun. Saat ini masih banyak RTLH. Jumlahnya ribuan,” terang dia.

Seorang penerima bantuan CSR untuk RTLH, Imam Bukhori, menyatakan rasa senangnya atas bantuan itu. Ia berencana memperbaiki bagian dinding dan atap rumahnya. ”Saya memang benar-benar membutuhkan bantuan ini,” kata warga RT 004/RW 008, Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, itu.

Penerima bantuan lainnya, Mulyo Riyadi Agus Dwiwinarno, mengaku senang. Dia segera memperbaiki rumahnya di Jageran RT 001/RW 006, Ketelan, Banjarsari dengan uang Rp15 juta yang ia terima dari Rio Haryanto.

Tokopedia