Kisah Agfarida Desy Maharani, Wong Sukoharjo yang Tampil di Proliga 2018

Agfarida Desy Maharani (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 April 2018 22:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO – Polwan berpangkat bripda ini bernama Agfarida Desy Maharani. Sehari-hari dia bertugas di bagian Sumda, Polres Sukoharjo. Sejak 2014 lalu, dia menjadi bagian dari korps Bhayangkari.

Karena prestasi di cabang olahraga bola voli, Desy selalu menghuni skuat inti dari Jakarta PGN Popsivo Polwan yang tidak pernah absen dari kasta tertinggi kompetisi bola voli di Indonesia, Proliga. “Ini adalah kali kelima saya tampil di Proliga," kata Desy.

"Empat kali membela Popsivo dan sekali memperkuat Bank DKI. Tapi, saat memperkuat Bank DKI, saya belum menjadi anggota polisi,” sambungnya kala berbincang dengan Solopos.com seusai berlatih dengan tim Jakarta PGN Popsivo Polwan di GOR Sritex Arena, Kamis (5/4/2018).

Sembari melakukan peregangan otot pascalatihan, wanita bertinggi badan 173 cm itu melanjutkan ceritanya. Dia mulai menekuni olahraga bola voli sejak masih duduk di bangku kelas IV SD. Bakat bermain voli dia makin terasah sejak bergabung dengan Vita Solo. Sejak saat itu, Desy sudah mulai mengoleksi gelar juara mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga ke level nasional. Desy merupakan andalan Jateng pada PON 2016 di Jawa Barat.

Sejak Desember lalu, bintara kelahiran 1 Desember 1994 itu mendapat surat perintah untuk mengikuti training camp bersama Jakarta PGN Popsivo Polwan yang bernaung di bawah Mabes Polri di ajang Proliga 2018. Desy tidak perlu cuti untuk mengikuti Proliga 2018 karena surat perintah itu bagian dari tugas kedinasan. Pemain yang mengenakan nomor punggung 10 itu ikut andil dalam membawa Jakarta PGN Popsivo lolos ke babak final four yang digelar dua putaran.

Sayang di putaran pertama yang digelar di GOR Ken Arok Malang pekan lalu, Jakarta PGN Popsivo belum meraih hasil positif. Tiga laga yang dijalani Desy dkk. berakhir dengan kekalahan. PGN Popsivo pun punya peluang yang tidak terlalu besar untuk melaju ke babak grand final yang digelar di Jogja pada 15 April mendatang. Meski begitu, Desy bertekad untuk tampil lebih maksimal di final four kedua di GOR Sritex Arena Solo, Jumat-Minggu (6-8/4/2018).

“Lima kami saya ikut Proliga, tapi tim saya belum pernah juara. Paling mentok itu Juara II [Proliga 2015]. Proliga kejuaraan voli paling bergengsi. Persaingan antartim sangat ketat. Hanya tim kuat dari segala aspek yang bisa raih juara,” papar warga Perum Korpri Gayamsari Sukoharjo ini.