Proliga 2018: Jaminan Panas di Tiap Laga!

Pebola voli putri Jakarta PGN Popsivo Polwan menjalani sesi latihan saat uji coba di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (5/4 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
06 April 2018 15:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO – Persaingan memperebutkan tiket ke babak grand final Proliga 2018, semakin ketat. Penentuan tim yang bakal melangkah ke partai puncak ditentukan dalam laga panas final four kedua di GOR Sritex Arena, Jumat-Minggu (6-8/4/2018).

Final four putaran pertama selesai digelar di GOR Ken Arok Malang, pekan lalu. Hasilnya, semua tim masih punya peluang lolos ke babak grand final yang bakal digelar di Jogja pada 15 April mendatang. Tim putra Palembang Bank Sumsel Babel dan tim putri Jakarta Pertamina Energi punya kans paling besar untuk mendapat tiket ke babak grand final.

Kedua tim belum terkalahkan dari tiga laga final four putaran pertama. Kedua tim hanya membutuhkan satu kemenangan untuk menggaransi tiket ke babak grand final. Musim lalu, kedua tim juga mampu menembus babak final. Namun, tim putra Palembang Bank Sumsel Babel harus merelakan gelar Juara Proliga 2017 jatuh ke tangan Jakarta Pertamina Energi. Sementara tim putri Jakarta Pertamina Energi harus mengakui kekalahan dari Jakarta Elektrik PLN.

“Dengan bekal tiga kemenangan di putaran pertama, tugas kami di putaran kedua di Solo menjadi lebih ringan. Tapi, semua tim masih punya peluang untuk mendapat tiket ke babak grand final. Semua tim punya teknik dan skill yang sama. Yang membedakan hanyalah faktor mental bertanding dan kondisi fisik pemain,” ujar Manajer Jakarta Pertamina Energi, Sutrisno, dalam jumpa pers di Hotel Novotel, Kamis (5/4/2018).

Meski hanya butuh satu kemenangan, Sutrisno menginginkan Ayu Nandita Salsabila dkk. tidak menganggap enteng lawan.Sutrisno berharap anak asuhnya bisa mempertahankan performa terbaik mereka dengan menyapu bersih laga dengan kemenangan.

Juara bertahan Jakarta Elektrik PLN menjadi ancaman bagi Jakarta Pertamina Energi. Dengan modal satu kemenangan di Malang, tim yang dilatih Tien Mei ini bukan tidak mungkin bisa menjadi batu sandungan dari tim lainnya. “Kita akan berjuang lebih keras lagi di Solo,” kata Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN, Abdul Munib.

Sementara itu, di sektor tim putra, Palembang Bank Sumsel Babel tetap ingin tampil sempurna dengan meraih tiga kemenangan di Solo. Tim lainnya yang juga memiliki peluang ke babak grand final adalah Jakarta Pertamina Energi dan Surabaya Bhayangkara Samator. Pertamina menempati peringkat kedua klasemen sementara. Sedangkan Samator di posisi ketiga. Sementara Jakarta BNI Taplus menempati juru kunci karena tak pernah menang di tiga laga di Malang.