Moto GP 2018: Seri Argentina Jadi Ajang Kebangkitan Yamaha?

Valentino Rossi (Twitter/ValeYellow46)
06 April 2018 22:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, RIO HONDO — Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, seperti memiliki hubungan baik dengan tim Yamaha. Sejak balapan musim 2014, podium sirkuit sepanjang 4,8 kilometer itu tak pernah sepi dari pembalap Yamaha. Dua podium utama di antaranya bahkan dikuasai Yamaha yakni Valentino Rossi (2015) dan Maverick Vinales (2017).

Statistik tersebut tentu melambungkan asa tim Garpu Tala, julukan Yamaha, untuk memperbaiki peruntungannya di Moto GP musim ini. Yamaha telah melakukan start cukup baik dengan menempatkan Valentino Rossi di podium ketiga di seri pembuka di GP Qatar, Maret 2018 lalu.

Rossi, satu-satunya rider yang konsisten naik podium GP Argentina tiga musim terakhir, pun mengungkapkan optimisnye dalam balapan Senin (9/4/2018) dini hari WIB. “Dari tahun pertama kami datang, saya sudah menyukai trek ini karena menarik, teknis dan begitu mengalir. Bagus untuk motor kami,” ujar Rossi seperti dilansir Crash, Jumat (6/4/2018).

Menurut The Doctor, julukan Rossi, ada tiga hal yang menjadi faktor penentu keberhasilan di Rio Hondo yakni ban, mesin dan aspal trek. Khusus aspal, Sirkuit Termas de Rio Hondo baru dipugar sehingga bakal memberi sensasi berbeda dari balapan sebelumnya.

Rossi menilai persaingan di GP Argentina tahun ini akan makin kompetitif menyusul Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang kian tangguh. Marquez sendiri masih memegang rekor sebagai pembalap yang paling banyak menjuarai GP Argentina dengan dua gelar. “Sekarang situasinya berbeda. Saya pikir Ducati dan Honda lebih kuat dibanding tahun lalu,” ucap Rossi.

Marquez sendiri optimistis memetik gelar ketiga di GP Argentina akhir pekan ini. Dia ingin menebus kegagalannya musim lalu ketika terjatuh saat balapan masih berjalan tiga putaran. Kala itu Marquez yang menguasai pole position seperti terburu-buru menyerang saat ban keras di depan belum cukup panas.

“Tahun lalu saya melakukan kesalahan besar karena terlalu agresif menyerang di putaran-putaran awal. Itu kesalahan saya dan kami belajar dari itu,” tutur Baby Alien, julukan Marquez.