Popda Jateng: Tim Sepak Bola SMP Solo Melaju ke Final

Tim sepak bola SMP Solo (depan) berfoto bersama dengan skuat Pekalongan sebelum bertanding di laga terakhir Grup A di Stadion Citarum Semarang, Rabu (11/4). (Istimewa - Hari Purnomo)
12 April 2018 13:44 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SEMARANG — Tim sepak bola SMP Kota Solo memastikan langkah ke babak final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2018. Kepastian itu didapat setelah Alfrianto Nico dkk. mengalahkan Pekalongan dengan skor telak 3-0 di laga pamungkas babak penyisihan Grup A di Stadion Citarum Semarang, Rabu (11/4/2018).

Dalam laga itu, tim sepak bola Solo tampil dengan penuh percaya diri. Mereka tampil gigih untuk mengejar kemenangan minimal 2-0 guna memastikan tiket ke babak final. Sejak peluit kick off dibunyikan, anak asuh Toto Diantoro sudah mendominasi permainan. Mereka juga lebih banyak menciptakan peluang mencetak gol. Hal itu membuat para pemain belakang Pekalongan bersusah payah menahan gempuran serangan dari Solo.

Tim sepak bola SMP Solo menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Gol itu dipersembahkan Kurniawan Ardiyanto melalui titik putih pada menit ke-20. Wasit Maryono asal Semarang mengganjar hukuman penalti kepada Pekalongan karena pemain belakang mereka melakukan pelanggaran terhadap Alfrianto Nico.

Usai jeda, Pekalongan kembali mendapat hadiah penalti. Kali ini, pemain pengganti Solo, Eko Wahyu, dijatuhkan di kotak terlarang pada menit ke-52. Rosyid Al Hakim yang ditunjuk sebagai algojo penalti tidak menyia-nyiakan peluang untuk menambah keunggulan menjadi 2-0.

“Pelanggaran itu terjadi saat pemain kita membawa bola dan punya peluang besar untuk mencetak gol. Jika tidak dilanggar pun, kemungkinan besar juga bisa jadi gol,” ucap Hari Purnomo, pendamping tim sepak bola SMP Kota Solo, kepada Solopos.com seusai pertandingan.

Empat menit berselang, Nico punya peluang untuk mencetak gol. Sayang sepakannya masih bisa diblok oleh kiper Pekalongan, Zahrul Akbar. Namun, bola jatuh tepat di kaki Ahmad Wahib Habibullah. Dengan mudah Habib menciptakan gol untuk menambah keunggulan Solo menjadi 3-0. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Kemenangan 3-0 itu membuat Solo mengudeta Kudus dari puncak klasemen Grup A. Baik Solo maupun Kudus sama-sama meraih poin 4. Namun, Solo unggul dalam produktivitas gol. Solo pun melenggang ke partai final untuk menghadapi Demak. Di hari yang sama, Demak mengalahkan Magelang dengan skor 2-1 di laga terakhir babak penyisihan Grup B.

“Saya melihat permainan anak-anak sudah di atas level pemain dari tim lain. Mudah-mudahan besok [hari ini] kita bisa mengalahkan Demak sehingga bisa membawa pulang medali emas,” jelas Hari.