Keren! Ini Prestasi Gadis Sragen yang Debut di One Pride MMA Indonesia

Cindy Lestariningsih (Instagram/cindi_cindutt)
05 Mei 2018 01:10 WIB Moh. Khodiq Duhri/Chelin Indra Susmita Sport Share :

Solopos.com, SOLO – Seorang gadis asal Sragen, Jawa Tengah, Cindi Lestariningsih, menjadi perbincangan hangat di dunia maya berkat keiikutsertaannya dalam ajang One Pride Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia. Gadis berhijab berusia 19 tahun ini menjadi satu-satunya petarung wanita yang berlaga di One Pride MMA Indonesia, Sabtu (5/5/2018).

One Pride MMA Indonesia merupakan kompetisi seni beladiri campuran yang digelar atas kerja sama stasiun televisi TV One dengan Komite Olahraga Bela Diri Indonesia. Kabar keiikutsertaan Cindi Lestarinningsih di ajang One Pride MMA TV One itu disampaikan oleh pengelola laman Facebook Karang Taruna Dadi Gemilang, Kamis (3/5/2018). Mereka meminta dukungan dan doa kepada warganet untuk keberhasilan gadis asal Dusun Nglaran, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Cindi Lestariningsih menjalani debut di One Pride MMA Indonesia menghadapi Junisia Yuvita dari Lion Fighting Camp, Balikpapan. Cindi yang bergabung dengan sasana Joglo Camp Sragen ini mendapatkan lawan yang cukup berat.

“Lawan yang dihadapi Cindi tergolong berat karena Junisia sudah lebih berpengalaman bertarung di One Pride. Sementara Cindi baru menjalani debut di One Pride,” terang owner Joglo Camp Sragen, Amriza Khoirul Fachri, kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Cindi Lestariningsih merupakan atlet pencak silat. Di usianya yang relatif muda, Cindi sudah mengantongi sejumlah gelar juara di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Pada 2017 lalu, dia menyabet juara II pada ajang Pakubumi Open yang diikuti pesilat asal Asia hingga Eropa.

Selain silat, Cindi Lestariningsih memiliki kemampuan lain, yakni submission (cara menundukkan lawan) dan grapple (kemampuan gulat), yang cukup bagus. Kemampuan ini telah diasah sejak awal persiapan Cindi mengikuti ajang One Pride MMA Indonesia.

"Cindi basic-nya silat. Sementara Junisia basic-nya wushu. Cindi sudah mempersiapkan pertarungan ini jauh-jauh hari. Dia sudah menjalani karantina selama dua bulan," sambung Amriza.

Amriza menambahkan, Cindi Lestariningsih merupakan atlet usia dini dalam One Pride MMA Indonesia. Dia berharap Cindi semakin giat berlatih agar menjadi petarung kuat di ajang tersebut. "Di One Pride, Cindi termasuk atlet usia dini. Masa depan Cindi masih panjang. Dia harus lebih giat berlatih supaya ke depan bisa menjadi petarung kuat di One Pride,” tutup Amriza.

Cindi Lestariningsih bukan petarung asal Sragen pertama yang tampil di One Pride MMA Indonesia. Sebelumnya, petarung asal Bumi Sukowati, Heri Suwita Negara, yang juga berlatih di Joglo Camp Sragen mampu mengalahkan Aidil Fazri dari Camp Boxing Fatma Kutai Kartanegara dalam partai yang digelar di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (28/4/2018).

Heri Suwita Negarsukses mengharumkan nama Sragen seusai mengalahkan Aidil Fazri di ronde ketiga. Petarung berusia 31 tahun itu sukses menjatuhkan lawannya melalui teknik spinning head kick yang menjadi andalannya.