Aries Susanti: Awali Karier di Atletik, Juara Dunia di Panjat Tebing

Aries Susanti Rahayu. (Instagram/aries_susanti)
11 Mei 2018 14:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi berkibarnya bendera Merah Putih di arena Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2018 di Chongqing Tiongkong, Minggu (6/5/2018).

Prestasi membanggakan diukir atlet panjat tebing asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Aries Susanti Rahayu, 23. Gadis berjilbab itu tampil memukau penonton dengan menjadi yang tercepat di kategori speed climbing. Mahasiswi Jurusan Manajemen dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) itu mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva yang menjadi jawara kejuaraan panjat dinding super series.

“Aries memang bagus di speed yang lebih banyak mengandalkan kelincahan dan akurasi gerak. Ditambah lagi, power dia memang bagus. Dia seperti punya bakat alami,” ujar teman sejawat Aries, Santie Arfia, saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon, Kamis (10/5/2018).

Sebagai teman seangkatan Aries yang membela Jateng di PON 2012 dan 2016, Santie mengenal betul sosok Aries. Menurutnya, pada awalnya kemampuan speed Aries memang belum menonjol. Namun, dalam latihan dia menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Menurutnya, tim pelatih bisa mengangkat mental bertanding Aries sehingga pada PON 2016, ia bisa meraih medali perak.

“Ia lalu ikut seleksi pelatnas. Waktu itu pelatnas membuka seleksi dengan latih tanding dengan atlet-atlet lain. Saat itu, Aries menjadi yang tercepat di latih tanding sehingga ia masuk pelatnas. Di pelatnas, dia banyak mengikuti try out World Cup sehingga akhirnya dia bisa meraih emas,” papar Santie.

Pelatih Aries Susanti, Heri setiawan, menilai anak didiknya itu punya motivasi lebih dibandingkan atlet-atlet lainnya. Menurutnya, Aries dikenal sebagai atlet panjang tebing yang ulet dalam berlatih. Bila sudah mendekati kejuaraan, dia rela mengorbankan waktu liburnya hanya untuk berlatih.

“Saat teman-temannya asyik liburan dengan jalan-jalan ke tempat wisata, tak jarang dia malah sibuk berlatih. Dia itu sangat mudah menerjemahkan instruksi pelatih,” kata Heri.

Aries kecil sebetulnya lebih tertarik terjun ke dunia atletik. Saat masih SD, ia berhasil meraih sejumlah medali. Baru saat duduk di bangku kelas VIII SMP, Aries mulai menaruh minat pada panjat tebing.

“Saya mengenal Aries saat dia masih duduk di kelas IX SMP. Saya lalu mengajak dia sparring. Dari sparring itu, saya langsung memasukkan ke Pelatda Jateng. Sejak 2012 atau setelah lulus SMA, Aries sudah menjadi tim inti Jateng,” jelas Heri. 

Tokopedia