Indonesia Borong 8 medali Emas di Beijing 2018 World Para Atletik

Sejumlah atlet Indonesia berfoto bersama seusai gelaran Beijing 2010 World Para Athletic Grand Prix pada Minggu (13/5/2018). (Istimewa - dok. Abdul Aziz)
17 Mei 2018 23:10 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Indonesia mampu finis di lima besar dan membawa pulang delapan medali emas, 14 medali perak dan empat medali perunggu dari ajang Beijing 2018 World Para Athletic Grand Prix pada Jumat-Minggu (11-13/5) lalu. Tuan rumah, Tiongkok, menjadi yang terbaik setelah mengemas 64 medali emas, 17 medali perak dan 10 medali perunggu.

Rasyidi menyumbang dua emas dari nomor lari 100 meter dan lompat jauh. Famini juga menyumbang dua emas dari nomor lempar lembing dan lempar cakram. Atlet kursi Roda, Jaenal Aripin, mampu tampil meyakinkan dengan mengemas satu medali emas di nomor 200 meter dan satu medali perak di nomor 100 meter.

Tiga medali emas lain diraih Riadi Saputra dan Sutarno dari nomor lempar lembing serta Sapto Yogo dari nomor lari 100 meter. Rekan sesama atlet kursi roda Jaenal, Doni Yulianto, finis di peringkat III dan membawa pulang medali perunggu dari nomor 1.500 meter.

“Alhamdulillah saya finis di peringkat III. Ini kejuaraan atletik yang berat karena levelnya sudah dunia,” jelas Doni saat dihubungi Solopos.com, Kamis (17/5).

Doni finis di peringkat ketiga dengan catatan waktu 3,16 detik. Atlet asal Sukoharjo itu mampu memperbaiki catatan terbaiknya yang ditorehkan pada ajang ASEAN Para Games di Kuala Lumpur Malaysia pada 2017 lalu dengan selisih lima detik.

“Saya latihan selama empat bulan setelah ASEAN Para Games 2017. Sudah naik lima detik itu kemajuan. Mudah-mudahan di Asian Para Games 2018 nanti bisa lebih baik lagi,” papar Doni.

Ini adalah kesempatan pertama Doni turun di kejuaraan dunia. Selama ini, kiprahnya hanya sampai di level ASEAN. Untuk itu, bisa naik podium sudah menjadi prestasi yang luar biasa baginya.

“Target saya di Asian Para Games 2018 juga bisa naik podium. Target itu sudah berat karena saya akan bertanding melawan atlet unggulan dari Tingkok, Thailand, Jepang, Korea Selatan dan lain-lain. Tapi, saya optimis bisa merealisasikan target itu,” papar Doni.

Dalam Beijing 2018 World Para Athletic Grand Prix, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengirimkan 27 atlet. Ke-27 atlet itu sudah lulus kualifikasi standar yang berhak bertanding di Asian Para Games 2018.

“Atlet NPC sekarang masih menjalani pelatnas. Tapi, mereka sudah mulai diperhitungkan dunia. Ternyata atlet-atlet kita bisa bersaing dengan negara-negara yang menjadi macan Asia seperti Tiongkok dan Thailand,” ucap pelatih atletik NPC Indonesia, Abdul Aziz.