Tim Thomas Indonesia Tersingkir di Semifinal, Susy Susanti: Tak Sesuai harapan!

Marcus Gideon - Kevin Sanjaya (Badmintonindonesia.org)
26 Mei 2018 15:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, BANGKOK - Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti langsung memberikan evaluasi terhadap Tim Thomas Indonesia. Seperti diketahui, Jonatan Christie dkk. gagak menggapai target lantaran tersingkir di babak semifinal.

Indonesia dihentikan oleh China di babak semifinal Piala Thomas 2018 dengan skor 31-3 di Impact Arena Bangkok, Jumat (25/5/2018) malam WIB. Satu-satunya poin Indonesia itu disumbang oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sementara Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tumbang.

Kekalahan ini gagal mengulang prestasi Indonesia pada Piala Thomas edisi sebelumnya. Saat itu, mereka berhasil menjejak final dan kalah dari Denmark di partai puncak. Posisi runner up sebenarnya menjadi target Tim Thomas Indonesia kali ini. Oleh karenanya Susy menilai hasil ini tak sesuai dengan harapan.

“Hasil ini memang tidak sesuai dengan harapan. Karena paling tidak kami ingin mempertahankan hasil tahun lalu. Tapi saat ini dengan rangking keseluruhan, kami seeded tiga. Ini juga mempengaruhi. Kalau dilihat kekuatan yang merata itu ada di China, baik tunggal maupun ganda. Mungkin kalau ketemu Jepang, peluangnya lebih besar. Lawan Denmark pun bisa,” kata Susy di Badmintonindonesia.org.

“Dari hasil ini memang harus kami akui, bahwa tim China masih lebih kuat. Dari awal semua sudah berjuang maksimal. Pertama dari Anthony, dia punya kesempatan, sudah ketat-ketat, tapi di akhir harus mengakui keunggulan Chen Long. Tapi permainan secara keseluruhan Anthony sudah cukup baik. Hanya menang di poin-poin kritis ada beberapa kesalahan yang membuat kalah."

"Semua sudah bermain maksimal, tapi lawan cukup baik. Kevin/Gideon sudah tampil cukup baik. Tunggal putra kedua, Jonatan sebenarnya punya kesempatan. Game pertama menang. Saya rasa salah satu kuncinya adalah kalau dia bisa mempertahankan iramanya. Tapi di game kedua berubah dan game ketiga dia agak sedikit tertekan,” jelasnya.

Susy mengatakan bahwa timnya masih harus melakukan beberapa perbaikan dengan penampilan yang lebih baik. Konsistensi merupakan salah satu aspek yang Susy sorot di sektor ganda. Sementara di sektor tunggal, Susy berharap pemain Indonesia bisa sejajar dengan pemain elit dunia.

“Saat ini persaingan sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami masih ada PR bagaimana untuk meningkatkan performa, konsistensi, permainan lebih matang lagi. Sejauh ini sudah ada peningkatan tapi masih belum konsisten. Masih belum bisa sampai melewati elit dunia," tutup Susy.